Home / Tante / Birahi Tinggi Bertemu Janda Hot

Birahi Tinggi Bertemu Janda Hot

Cerita sex dewasa kali ini bercerita tentang pengalaman yang saya alami setahun lalu di kota Bandung, istriku mely terpaut lima tahun lebih tua dariku telah dipanggil menghadap yang maha kuasa. tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih membutuhkan perhatian penuh. aku harus menjadi ayah sekaligus ibu untuk mereka, bukan hal mudah sejumlah teman menyarankan untuk menikah lagi agar anak-anak mendapat seorang ibu baru untuk menjaga mereka namun saya tidak ingin anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka karena itu aku sangat hati-hati.

Kehadiran anak-anak jelas merupakan hiburan yang tidak tergantikan, anakku yang pertama kini berusia 10 tahun dan adiknya jeremy berusia enam tahun mereka lucu-lucu dan pintar benar-benar sangat mengisi kehidupanku, namun kalau sedang berkumpul bersama teman-temannya kesepian itu senantiasa menggoda, ketika hari telah larut malam dan mereka sedang tidur itu semakin menyiksa. sejalan dengan itu nafsu birahiku tergolong besar dan butuh untuk penyaluran. beberapa teman mengajakku mencari wanita panggilan tetapi aku tidak berani resiko uang boros mengendurkan niatku dan terpaksa aku bermasturbasi sesaat aku merasa lega tetapi sesudah keinginan untuk bercinta tetap muncul dikepalaku.

 

 

Perlahan-lahan aku mulai menaruh perhatian ke wanita-wanita lain beberapa teman kerja di kantor yang masih single terlihat membuka peluang namun aku lebih suka memiliki mereka sebagai teman karena itu tidak ada niatan untuk ke hubungan yang seriu, disaat keinginan untuk bercinta dengan seorang wanita semakin meningkat kesempatan itu datang dengan sendirinya, selepas jam kantor dihari jumat mobilku kujalankan ke jalan trunojoyo bandung maklum sudah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru didepan hotel papandayan kulihat seorang wanita kebinggungan di samping mobilnya suzuki baleno, teryata mogok kendaraan lain menuju melewati saja tidak ada yang peduli dia melihat ke arah kanan tidak tau apa yang dilakukan rupanya mencari bantuan dan akhirnya aku mendekat “ADA YANG BISA AKU BANTU MBAK?” tanyaku dengan sopan, dia terkejut dan menatapku dengan agak curiga aku memahaminya akhir-akhir ini banyak kejahatan dijalan berkedok tawaran seperti itu, “TAK USAH TAKUT MBAK” kataku namaku Bany “BOLEH SAYA LIHAT MESINYA?” walaupun agak segan dia mengucapkan terima kasih dan membuka kap mesinya teryata hanya problem penyumbatan slang bensin, aku memperbaikinya dan mesih bisa dihidupkan lagi, dia ingin membayar tetapi aku menolak kejadian itu berlalu begitu saja.

Beberapa hari kemudian tidak aku duga aku bertemu dengannya lagi di Paris Van Java Mall, aku sedang menemani anak-anak jalan-jalan ketika dia menyapaku kuperkenalkan dia dengan anak-anak dia tersenyum manis kepada keduanya “SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS BANTUANYA KEMARIN SORE” katanya “NAMAKU JULIA, MAAF KEMARIN TIDAK SEMPAT BERKENALAN LEBIH LANJUT” dan kukatakan “AKU BANY” dengan sopan. harus kuakui mataku mulai mencuri-curi pandang keseluruh tubuhnya wanita itu jelas keturunan chinese kontras dengan pakaian kantor kemarin dia sungguh menarik dalam pakaian santainya dia mengenakan celana jeans biru agak ketat dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. pakaian itu jelas menampilkan keseksian tubuhnya, buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan tegaknya sangat menarik dengan pinggang rampingnya, pinggul yang indah ditambah dua bongkahan pantat yang besar.

“KOK BENGONG” katanya tersenyum-senyum “AYO MINUM KE STARBUCKS” ajaknya, seperti kucing dikasih ikan aku menurut saja, dia mengandeng kedua anakku medahului keduanya tampak ceria dibelikan minuman di starbucks sesuatu yang tidak pernah kulakukan, kami duduk di meja depan kasir sambil memperhatikan orang yang lewat. “MAMANYA GAK IKUT” katanya, aku menjawab dengan melirik kedua anakku angle dan jeremy, angle menunduk menghindari air mata “MAMA UDAH DISURGA, TANTE” kata jeremy dengan polos diikuti dengan kata-kataku “ISTRIKU SUDAH MENINGGAL” dengan hening sejenak. “MAAF KATANYA” aku tidak bermaksud mencari tau jawab julia dengan kata bersalah. pokok pembicaraaan beralih ke anak-anak ke sekolah dan ke pekerjaan dan sebagainya. akhirnya aku tau kalau dia adalah manager di salah satu bank swasta yang mengelola cabang di bandung. aku juga akhirnya tau kalau dia berusia 32 tahun dan telah menjanda selama satu setangah tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan itu sulit mataku terlepas dari lekukan dadanya yang begitu padat, menariknya dia sering mengerakan badanya sehingga dadanya itu dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. beberapa kali aku menelan air liur membayangkan kenikmatan bercinta dengan tubuh semok sexynya, “NGAK KEPIKIRAN MENIKAH LAGI?” tanyaku, “RASANYA GAK ADA YANG MAU SAMA AKU” jawabnya, “AH, MASAK!” kataku, aku mau kok kalau dikasih kesempatan lanjutku sedikit memberanikan diri “KAMU CANTIK DAN MENARIK, SEXY LAGI”. “AH KAMU BISA AJA” katanya tersipu-supu malu sambil membuang muka dari arahku tapi terlihat dia senang dengan ucapanku. tidak terasa hampir dua jam kita duduk ngobrol sambil menikmati minuman akhinya anak-anak mendesak untuk meminta pulang, Julia wanita putih itu memberikan alamat rumah, nomor telepon dan handphonenya ketika akan beranjak meninggalkan starbucks dia berbisik “BANY AKU MENUNGGU KAMU KERUMAH” hatiku bersorak gembira, lelaki mana yang mau menolak kesempatan berada bersama wanita semanis dan sexy seperti julia, aku mengangguk sambil mengedipkan mata dia membalasnya dengan senyuman ini kesempatan emas apalagi di hari itu angle dan jeremy akan dijemput oleh kakek dan neneknya dan bermalam disana. “OKE MALAM NANTI AKU MAIN KERUMAH” bisiku juga jam 9 aku sudah disana dan dia terseyum manis.

Malam itu setelah anak-anak dijemput kakek dan nenenknya aku membersihkan diri dirumah lalu setelah mandi tiba-tiba imajinasi seksualku muncul bagaimana julia tanpa pakaian? pasti indah sekali tubuhnya yang telanjang. dan pasti sangat enak bercinta dengan tubuk semok dan selembut itu. aku tidak akan menyiayiakan kesempatan diundang kerumahnya ini kalau dia hanya mengucapkan terima kasih atas pertolonganku kemarin ya tidak apa-apa, aku tersenyum sendiri. jam 9 lewat aku telah sampai menemukan rumahnya di kawasan pasteur itu. rumah yang bagus dan mewah untuk ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang agak remang, kupencet bel dua kali selang satu menit kemudian seorang wanita tua membukakan pintu rupanya itu pembantu rumah tangga, “PAK BANY YA?” dia bertanya “SILAKAN PAK, BU JULIA MENUNGGU DI DALAM” katanya lagi.

Aku mengikuti langkahnya dan dipersilakan duduk diruang tamu dan dia pun pergi ke ruang dapur selang beberapa menit julia keluar mengenakan baju santai, aku berdiri menyambutnya “SENANG KAMU DATANG KERUMAHKU”, katanya dengan dirangkulnya tanganku dan sebuah ciuman mendarat dipipiku ini adalah ciuman pertama seorang wanita ke pipiku sejak kematian istriku. jantungku berdebar dia mengandengku ke ruang TV dan duduk di atas sofa, bibirku seakan terkunci beberapa saat kemudian si pembantu datang membawakan minuman, “SILAKAN DIMINUM PAK” katanya sopan “AKU JUGA SEKALIAN PAMIT UNTUK TIDUR,BU”.

“AYO DIMINUM, SANTAI AJA, AKU MANDI DULU” julia melanjutkan dengan terseyum-senyum dia berjalan ke kamar mandi dan di saat kuperhatikan pakaian santai yang dia kenakan cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya, dadanya yang semok, pantatnya yang besar berayun lembut mengikuti gerak jalanya, pahanya mulus dengan betis yang indah, “SANTAI DULU AJA YA” katanya sebelum masuk kedalam kamarnya. dua puluh lima menit berlalu rasanya seperti berjam-jam ketika akhirnya dia muncul, julia membuatku terkesima rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai dengan indah wajauhnya segar dan cerah dia mengenakan baju tidur longgar berwarna putih dengan celana berwarna serupa. tetapi yang membuat mataku terfokus adalah bahan pakaian itu tipis sehingga pakaian dalannya terlihat jelas. BH merah kecil yang dikenankan menutupi hanya sepertiga dadanya memberikanku pemandangan yang indah pemandangan yang mengairahkan ini membuat nafsu birahiku keluar jantungku mulai berdenyut-denyut. “AKU TAU KAMU SUKA” katanya sambil duduk disebelahku “SORE TADI DI PJV AKU PERHATIKAN MATA KAMU TERFOKUS KEPADA DADAKU,GAK USAH NERVOUS”, lalu dia mencium pipiku nafasnya menderu-deru dalam hitungan detik ciumanya mengarah kebibirku dan terus menyambut permainan bibir dan lidahku, tangannya menyerobot pakaian yang aku kenakan dan meraba-raba badanku, aku membalas gerakanya itu dengan tangan kananku yang mulai merayapi pahanya yang mulus, kunikmati kehalusan kulitnya itu semakin nyaman mendekati pangkal pahanya dan kurasa dia membuka kakinya lebih lebar supaya tanganku lebih leluasa bergerak.

Perlahan-lahan tanganku menyentuh kemaluanya yang masih mengenakan pakaian tidur jariku melingkung ke balik celana dalam dan menyentuk ke daerah vaginanya, dia mendesah pendek tetapi segera dibungkam dengan permainan lidahku, kurasakan badanya mulai merinding menahan nafsu birahi yang semakin meningkat. tangannya menerobos kedalam celana dalamku dan tangan lembut itu memegang batang kemaluanku, kemaluanku tergolong besar dan panjang ukuran tegangnya kira-kira mencapai 14 centimeter dengan diameter sekitar 4 centimeter. senjata kebanggaanku inilah yang pernah menjadi kesukaan dan kebanggan istriku dan disaat itu aku yakin julia pasti akan suka. “IHHH BESARNYA” kata julia sambil mengelus penisku, elusan lembut jari-jarinya itu membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. aku pun mulai merasakan kenikmatan dan dia mulai menjilati dagu dan leherku.

Sejalan dengan itu dia mulai melepaskan bajuku setelah pakaianku dilepas dia langsung bergerak menyentuh puting susuku dengan tangannya sampai bibir mungilnya bergerak lincah menjilati puting susuku, aku meraskan kenikmatan yang luar biasa hebatnya dengan tangannya yang kembali mengenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut dan akupun ikut bergerak melepaskan pakaian tidurnya rasanya seperti mimpi seorang wanita putih dengan kulit yang mulus cantik dan sexy bermain-main dengan beradegan romantis denganku, “KITA LANJUT KEKAMAR AJA YUK” bisiknya, aku langsung bangkit bediri dia memintaku untuk digendong, tubuh semok dan sexy itu kuangkat kedalam pelukanku, lidahnya terus menciumi leherku membuat nafsuku terengah-engah dadanya sungguh montok dan lembut menempel dekat didadaku.

Masuk ke kamar tidurnya kurebahkan dia keranjang lebarnya dan mulai melepaskan pakaian tidurnnya, dia membiarkan aku melakukan semua itu sambil mendesah-desah menahan nafsunya yang menjadi semakin menggila setelah kulepaskan aku terdiam memandangi tubuhnya yang mengaggumkan itu, kulitnya putih bersih, rambutnya tergerai sampai di punggungnya. dadanya sangat besar dan padat, perutnya rata dengan lekukan pusat yang menawan, sungguh pemandangan yang indah dan menggairahkan birahi. “NGAPAIN KAMU CUMAN LIAT AJA?” aku membalas “AKU TERPAKU MELIHAT TUBUHMU” dipeluknya aku diatas ranjangnya yang empuk itu, mulutnya segera menjelajahi seluruh dada dan perutku terus menurun ke bawah dengan tanganya yang lincah mulai melepaskan celanaku celana dalamku segera diciuminya, kemaluanku sudah berdiri dengan tegangnya dan membalikan posisiku untuk ditindihnya kurasakan sensasi yang sangat gila itu, puas dengan menciuminya dia mulai membuka celana dalamku, aku segera mengambil alih dan memulai aksiku, aku mulai meremas-remas dadanya yang mulai mengeras dan mulutku mulai beralih keatas dadanya lalu perlahan tetapi pasti aku mulai menjilati BH nya dan terus menurut ke bagian perutnnya. dia mulai meggelinjang menahan birahi yang semakin memanas aku mulai melepaskan BHnya dan kujilati putingnya dengan menjulurkan lidahku, “AUUUUHHHH OOOOOHHH ” jeritnya semakin keras.

Lidahku semakin menurun keperutnya dan terus menurun ke daerah celana dalamnya dengan pahanya yang mulus dan semok aku mulai menarik celana dalamnya dan melepaskanya, terlihat pemandang lubang vaginanya yang telah basah membanjiri rambut-rambut kemaluanya diiringi mulutku yang mulai mendekat diatas kemaluanya dengan perlahan aku mulai menjilati kedalam lubang vaginanya. dia menjerit spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terpendam, tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan. seidkit-demi sedikit tetapi sangat nikmat aku terus mempermainkan lidahku didalam vaginanya, pada saat itu kurasakan banjir cairan vaginannya. teryata dia sudah mencapia orgasme, mulutnya terus menggumam tidak jelas dengan matanya yang terpejam “CEPAT-CEPAT AKU UDAH GAK TAHAN” jeritnya.

Kubangkitkan badan ku dan mulai memasukan batang kemaluanku kedalam diiringi jeritannya yang membelah malam dan kutekan lagi pantatku sehingga kemaluanku yang panjan dan besar itu menerobos kedalam vagina yang merah dan basah itu, dia menghentak-hentakan pantatnya keatas akar lebih dalam merasakan batang penisku dan perlahan aku mulai meggerakan kemaluanku, rasanya seperti digigit-gigit pantatnya yang semok itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat buah dadanya bergoyang-goyang seirama dengan genjotanku di dalam vaginanya, matanya terpejam dan dia mengigit bibirnya menahan rasa nikmat.

Desisan itu berubah menjadi jeritan panjang yang membelah udara dikamarnya dan kubungkam jeritan panjang itu dengan ciuman dari bibirku, lidahku bertemu dengan lidahnya “OHHHHH AUHHHHH AHHHHHHH OUUUUUUUHHH, LEBIH KERAS LAGI SAYANG TERUS LEBIH KERAS LAGI” tangannya melingkar merangkulku dengan erat dengan kuku-kukunya membenam di punggungku, pahanya semakin lebar mengangkang dan terderngar bunyi cipratan lendir seirama dengan gerakan pantaku disaat itulah kurasakan gejala ledakan magma di batang penisku, aku tersadar sebentar lagi aku akan keluar, “AKU MAU KELUAR, JULIA”, di sela-sela nafasku yang memburu “AKU JUGA” balasnya, “KELUARIN DI DALAM SAYANG, AKU INGIN KAMU KELUARKAN DI DALAM” balasnya lagi.

Kupercepat gerakan pantatku dengan menekan kedalam vaginanya lagi, kedua tanganku mencengkram dadanya diiringi oleh keringatku yang mengalir dengan keringatnya, kuhisap lidahnya dan spermaku memancar deras sambil dia menghentakan pantatnya keatas menerima spermaku sedalam-dalamnya. kedua pahanya naik memlilit pantatku dia mencapai puncaknya, kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku kedalam rahimnya. inilah orgasme pertamaku di dalam kemaluan wanita semenjak kematian istriku. sekitar 2 menit kemudian aku memandangi wajahnya yang berbinar karna birahinya telah terpuaskan dia tersenyum membelai wajahku.

Hatiku bersorak gembira, aku mencabut kemaluanku dan merebahkan diriku disampingnya kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan dia mengajakku mandi, malam minggu itu sungguh tidak terlupan olehku karena kita terus berpacu dalam birahi sampai pada minggu siang, aku menyetubuhinya di sofa di kamar mandi dengan berbagai posisi. dapat kutebak pertemuan pertama itu akan berlanjut dengan pertemuan lain, sesekali dia mampir ketempatku kalau anak-anak lagi mengunjungi kakek dan neneknya, pertemuan-pertemuan kita selalu diisi dengan permainan birahi yang panas dan mengairahkan.

About CeritaDewasas

Check Also

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak –  Kan senin hari libur!” Boleh juga pikirku. “Ok!” jawabku setuju. Jumat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Poker 88 Online
PokerRolex