Home / Sedarah / Cerita Sex Dewasa Desah Dibalik Cinta Terlarang

Cerita Sex Dewasa Desah Dibalik Cinta Terlarang

Cerita sex sedarah ini merupakan lanjutan dari cerita selemumnya (Cerita Sex Dewasa Ibuku yang Seksi dan Montok). Kalau sudah membaca bagian pertamanya, maka silahkan lanjut membaca part II nya dibawah ini gan!

Cerita Sex Sedarah – Desah Dibalik Cinta Terlarang

Cerita Sex Dewasa  – Tak terasa ibuku bercerita sudah hampir 10 menit mengenai berapa ukuran kedalaman, dan lebar vaginanya, juga peristiwa yang pernah ibu alami di masa kecilnya dulu. Selama itu pula aku sengaja merangsang ibuku, dengan terus menerus kugosokkan, dan sesekali kuputar serta kumaju mundurkan telapak tanganku ini membelai di sepanjang celah memek mama kandungku, dan mamapun semakin terangsang, sebab kurasakan vaginanya bertambah basah, dan becek.

Ibuku semakin tidak tahan, dan lantas menceracau mengeluarkan kata kata yang membuat penisku semakin tegang; “aaauuchh…eemmhhh ssshh…ooohhh…masss yaann…oouuuch….terus anakku sayang gosok gosok tempikku ini nak, oohh enak sekali rasanya sayangku, cintaku, riska jadi semakin tidak tahan mas, memekku semakin gatal minta disodok kontolmu itu nak…” ceracau ibuku disertai nafas ibu yang ngos ngosan seperti orang yang baru saja berlari.

Mendengar ibuku berkata seperti itu aku semakin tidak tahan untuk segera menyodok penisku yang bertambah tegang ini, dan memasukkannya ke dalam memek riska, memek ibu kandungku yang telah melahirkanku ke dunia ini.

Aku benar-benar tidak menyangka sore ini keperjakaanku yang seharusnya hilang di liang vagina seorang gadis yang kelak akan menjadi istriku, namun sebentar lagi perjakaku ini akan kulepaskan di dalam vagina ibuku sendiri.

Ibuku Riska Damayanti yang selama ini membesarkan serta merawatku dengan penuh kasih sayang, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkanku melalui vaginanya 22 tahun yang lalu, kini justru ibuku sendiri dengan sukarela akan menyerahkan seluruh tubuhnya, termasuk vaginanya sendiri kepadaku anak kandungnya, yang harusnya hanya dinikmati oleh Antok Suharmanto sebagai suami ibuku yang sah, akan tetapi demi agar dapat terus bersamaku, dan membahagiakanku, ibuku Riska Damayanti sampai menggugat cerai ayahku sendiri. Liang vagina, dan rahim ibu yang begitu suci yang dulu pernah menjadi tempat kelahiranku, serta menampung seluruh tubuhku, juga memberikanku kehatangan, kini hanya dapat menampung penisku yang besar ini.

Impianku yang selama ini kupendam selama 6 tahun terakhir semenjak aku kelas 1 SMA untuk beristrikan ibu kandungku sendiri Riska Damayanti yang montok, dan sexy yang selalu menggodaku setiap saat sesaat lagi akan menjadi nyata.

Aku lalu menarik tubuh ibuku ke atas tempat tidur, dan lalu kuciumi kening ibuku, terus turun ke pipi ibuku, telinga ibukupun tak luput dari ciumanku, sesekali kujilati telinga ibuku, kemudian turun lagi ke leher ibuku yang jenjang yang berwarna kuning langsat.

Kontan saja ibuku mulai mendesis desis, dan melenguh saat ciumanku mulai turun ke lehernya; “mas rian kamu benar-benar pintar mas, kamu tahu kelemahanku ini bila tengkuk leherku dicium seperti ini, dan daun telingaku dijilati, ssshhh…eemmhh…aku cinta kamu nak, ibu tresno karo kowe.., oohh terus nak nikmati leher ibu ini, jilat terus daun telingaku, Riska tidak mau berpisah denganmu mas, nikmati tubuhku ini mas Rian suamiku yang juga anakku sendiri.

Sesaat kemudian mata kami beradu, dapat kulihat dari sorot mata ibu yang tajam, dan memandangku lekat-lekat. Terlihat jelas dari sinar matanya bahwa ibuku telah jatuh cinta padaku, yang adalah anaknya sendiri, tak ada keraguan sedikitpun yang terpancar dari pancaran matanya bahwa ibu benar-benar sudah mantap bersuamikan aku.

Akupun balik menatap mata ibuku ini lekat-lekat, dan kukatakan; “Riska sayang, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sudah lama aku ingin memperistrimu, dan memilikimu bukan hanya sebagai ibuku, tetapi juga sebagai satu-satunya wanita di dalam hidupku ini, dan menjadikanmu ibu dari anak-anakku nanti!!!”

Ibuku terlihat berkaca-kaca mendengar pernyataanku ini, dan berbisik lirih; “Mas Rian anakku sayang, aku amat sangat terharu mendengar kasih sayang, dan cintamu yang begitu besar padaku ini, bahkan menjadikanku yang adalah ibumu sendiri, menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak kita kelak, dan sebagai satu-satunya wanitamu di dalam hidupmu.”

Oh nak, segera hamili aku mas Rian, dek Riska sudah tidak sabar menantikan saat-saat itu, dan ingin segera hamil anakmu yang juga cucuku ini mas.

Ayo sayang, kita mulai bercinta anakku, sudah dari tadi Riska terangsang mas Rian, memekku sudah basah banget, dan berkedut-kedut seluruh dinding rongga di dalam vaginaku ini, sudah tidak sabar ingin digaruk, dan disodok penismu itu mas, uuhh gatal banget rasanya mas, tolong aku mas, entot aku, puaskan birahi mamamu ini.

Ibuku kini sudah melupakan segalanya sebagai ibu kandungku yang telah melahirkanku ke dunia ini, rupanya Riska Damayanti sudah memiliki persaan yang sama sepertiku ini. Sekalipun aku ini adalah anak kandungnya sendiri, ibuku sudah siap melakukan hubungan incest terlarang denganku putranya sendiri, meskipun hal ini dilarang oleh agama yang kami anut.

Puas menciumi, dan menjilati telinga, juga leher ibuku, serta kucupang lehernya hingga berbekas merah, kini kulanjutkan aksiku dengan mulai mencium bibir ibuku yang mungil yang berwarna merah muda, dan tampak seksi.

Bibirku bertemu dengan bibir ibuku, cup…mmuuaacchh…, lalu kujulurkan lidahku ke dalam mulut ibu mencari lidahnya, yang lantas disambut dengan ibuku yang balik menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku. Rupanya ibuku memang telah berpengalaman dalam melakukan ciuman bibir. Kedua lidah kami saling berbelit, dan telah saling bertautan, sambil air liur ibuku yang telah menetes sengaja ibu bagikan padaku, dan akupun membagikan air liurku di dalam mulut ibuku. Saat sedang berciuman bibir kulihat ibuku
memejamkan matanya, dan desah nafas ibupun menjadi berat, yang menandakan ibu telah dikuasai oleh nafsu birahinya.

Memang sulit sekali rasanya bila diri ini sudah dirasuki, dan dikuasai oleh nafsu birahi. Satu-satunya cara untuk meredakannya adalah dengan bersetubuh dengan orang yang kita cintai, apalagi orang itu adalah ibu kita sendiri.

Nilai-nilai moral yang selama ini kami berdua junjung tinggi, tinggal selangkah lagi nilai-nilai itu akan ambruk karena dahsyatnya gelombang nafsu birahi yang telah menguasai kami berdua aku, dan ibuku.

Batasan sebagai ibu, dan anak yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan sampai kapanpun, sebentar lagi bukan hanya terkaburkan, namun benar-benar akan roboh akibat persetubuhan sedarah antara ibu, dan anak kandungnya yang sesaat lagi akan terjadi demikian hati nuraniku berbisik.

Harga diri kami berdua sebagai seorang ibu, dan anak seakan-akan telah sirna hanya karena kami berdua sudah dirasuki oleh entah setan apa, sehingga kami berdua sudah tidak mampu lagi berpikir jernih. Kami berdua seakan telah melupakan status kami sebagai ibu, dan anak.

Apa yang kami perbuat adalah dosa besar, dan kami pasti masuk neraka atas apa yang kami lakukan ini, namun memang tidak ada seorang anakpun yang dapat bertahan dalam dilemma ini.

Apalagi sebagai seorang ibu, mamaku Riska Damayanti yang seharusnya melarangku, dan menolakku serta menyadarkanku akan kekeliruanku, justru malah menjerumuskanku ke dalam lembah kenistaan, dengan sengaja menggodaku anak laki-lakinya yang masih muda yang memiliki gairah seksual yang sedang tinggi-tingginya.

Begitupun denganku sendiri Rian Andrianto yang memang salah membangkitkan gairah seksual ibuku sendiri yang masih relatif muda dalam usia 43 tahun, usia matang, usia dimana seorang wanita sedang tinggi-tingginya birahinya, apalagi ditambah lagi dengan ayahku yang tidak memenuhi kebutuhan biologis ibu selama setahun terakhir, maka kloplah sudah apa yang kurasakan dengan apa yang ibuku rasakan ini.

Ternyata apa yang dikatakan para pelaku incest itu memang betul, bagi sang anak laki-laki tubuh ibunya, payudara, dan vaginanya adalah sesuatu hal yang harus dimilikinya sepenuhnya untuk dirinya sendiri, tidak untuk dibagikan dengan laki-laki lain, sekalipun itu adalah ayahnya sendiri, vagina ibu kandung adalah vagina yang ternikmat di dunia ini.

Sebaliknya bagi sang ibu yang kesepian seperti ibuku perhatian, dan kasih sayang serta rasa ingin memiliki anak laki-lakinya untuk selamanya, dan tak ingin sang putra meninggalkannya maka jalan satu-satunya adalah merayu, dan menggoda sang putra dengan keindahan, dan kemolekan tubuhnya, yang sang ibu akan merasa sangat puas saat penis sang anak laki-laki bersarang di dalam vaginanya, bahkan sang ibu rela melakukan apapun agar dapat bercinta, dan bersetubuh dengan darah dagingnya sendiri, bila perlu penis anaknya sebisa mungkin dibuat untuk menyemprotkan spermamanya di dalam rahimnya, sehingga sang ibu menjadi hamil.

Dengan demikian mereka berdua ibu, dan anak takkan pernah terpisahkan. Itupula yang dirasakan oleh mamaku Riska Damayanti yang mana penisku ini anak kandungnya sendiri Rian Andrianto adalah miliknya selamanya, dan sebaliknya vaginanya adalah milikku ini.

Tiada satupun penis yang paling nikmat di dunia ini selain penis sang anak. Apalagi bila sampai terjadi pernikahan sedarah, maka hubungan terlarang incest ini tidak ada lagi yang dapat melarangnya, bahkan hukum negara sekalipun, dan hal ini yang paling banyak didambakan oleh para pelaku incest agar sang ibu dapat menikmati disetubuhi oleh sang anak selamanya, begitupun sang anak dapat menikmati menyetubuhi ibu kandungnya selamanya, sehingga penis sang putra yang sering tegang, dan vagina sang ibu yang sering gatal dapat terus bersatu dalam sebuah hubungan seks terlarang untuk selamanya, dan tak pernah terpisahkan lagi.

Setelah puas berciuman bibir kira-kira selama hampir 5 menit, kedua tanganku lalu kutangkupkan pada kedua bukit kembar ibuku, kurasakan kedua tetek ibuku begitu besar, dan kenyal.

Perlahan mulai kubelai kuelus pelan-pelan kedua payudaranya, sesekali terkadang aku meremasnya, yang membuat mamaku melenguh; “oh anakku tercinta, eemmhh mas Rian, eennnakkk sayang, terusss cumbui Riska, ooohh belai teruusss tetekku nak, remas pelan-pelan, mmmhhh nikmati kedua bukit kembar mamamu ini seperti saat kamu masih bayi dulu nak, payudaraku, payudara ibumu sendiri, hanya untukmu selamanya mas Rian…”

Akhirnya kejadian setahun yang lalu di kamar kostku terulang lagi kali ini, hanya perbedaannya sekarang adalah dengan kesadaran, dan kerelaan dari ibu.

Tanganku perlahan kugeser ketengah, tepat di tengah belahan daging kenyal payudara mamaku, sebagai tumpuan dari tubuhku, lalu pelan-pelan kudekatkan wajahku ke tetek ibu, dan mulai mencium kedua bukit kembar ibuku bergantian antara tetek kiri dengan tetek kanannya.

Saat aku masih hendak menghisap daging tetek ibuku yang kenyal sebelah kanan, tiba-tiba tangan ibu menahan tanganku untuk bertindak lebih jauh lagi. Mamaku malah menangkat kedua tangannya ke atas, lalu memintaku untuk mendekatkan telingaku ke arah bibirnya, dan mamapun berbisik; “mas Rian kamu mau menetek lagi padaku seperti saat kamu bayi kah?”

Kujawab; “iya Riskaku tercinta, aku mau menetek lagi padamu seperti ketika aku masih bayi dulu, bolehkan mamaku, istriku?” tanyaku pada ibuku, lalu dijawab olehnya; “tentu saja boleh dong sayangku, tetekku ini hanya untukmu saja, aku kan satu-satunya wanitamu, dan hanya kamu sajalah satu-satunya laki-laki di dunia ini yang boleh menikmati tubuhku, walaupun kamu adalah anakku mas Rian.”

Lepas saja gaun tidur yang kukenakan ini mas yan agar kamu dapat melihat kedua tetekku, tetek ibumu yang besar, dan montok, serta mewujudkan impianmu selama ini, sambil senyumnya mengembang di bibirnya yang menambah keayuan wajahnya.

Mendengar perintah dari ibuku akupun lalu menjawab:” bu, rian tidak mau menjadi anak yang kurang ajar, alangkah baiknya bila ibu saja yang melepaskan gaun tidur ibu ini.” kataku pada Riska ibuku. Akan tetapi ibu menolaknya, dan ibu lalu memintaku untuk sedikit melepaskan pelukanku pada dirinya serta agak mundur ke belakang, sehingga aku kini duduk di sebelah kiri ibu.

Perlahan ibupun lantas bangkit, dan duduk di hadapanku sambil mengangkat kedua tangannya, lalu memintaku untuk mendekat ke sampingnya, dan melepaskan gaun tidur berwarna putih yang dikenakannya sambil ibupun berkata; “nak, ibu ingin kamu yang melepaskan gaun tidurku ini mas Rian suamiku tercinta, ibu ingin kamu menunjukkan baktimu padaku Riska Damayanti, ibu kandungmu yang kini telah menjadi istrimu, dan sudah kewajibanmu sebagai suamiku yang baru untuk melepaskan pakaianku ini saat kita bercinta mas yan, sebagaimana yang dilakukan ayahmu dulu di malam pengantin, lakukanlah nak lepaskanlah gaun tidurku ini, gaun tidur mamamu yang juga istrimu.”

Lalu spontan kujawab; “baiklah bu, rian akan melepas gaun tidurmu Riskaku sayang sebagai wujud baktiku sebagai seorang anak, dan kewajibanmu sebagai suamimu yang baru dek Riska ibuku sekaligus istriku tercinta.”

Tanganku agak gemetar saat mulai menyentuh tali gaun tidur ibuku sebelah kanan, ingatanku melayang kembali ke peristiwa di kostku saat ibuku membuka gaun tidurnya di hadapanku, dan bertopless ria( telanjang bagian atas tubuh) di hadapanku.

Saat itu ibu melakukannya dengan terpaksa, namun kali ini ibuku dengan sukarela memintaku melepaskan gaun tidur yang dipakainya itu, sedangkan kini mamaku sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di balik gaun tidurnya yang berwarna putih ini, yang berarti sebentar lagi untuk kali pertama dalam hidupku aku akan melihat Riska Damayanti, ibuku sendiri dalam keadaan telanjang bugil di hadapanku dengan jarak yang teramat sangat dekat, bahkan bukan hanya sekadar melihat tubuh indahnya saja yang selama ini hanya kubayangkan, dan baru pernah kulihat saat kuintip ibuku ketika sedang mandi di kamar kostku setahun yang lalu, dan akupun juga baru sekali menyentuhnya, akan tetapi kali ini aku benar-benar menjadi anak laki-laki yang paling beruntung di dunia ini, sebentar lagi aku dapat menikmati tubuh indah ibu kandungku sendiri, serta mencumbunya setiap saat sepuasku bisikku dalam hati.

Jantungku berdegup kencang menunggu momen terlepasnya gaun tidur ibuku ini. Sesuatu yang memang selama ini sangat kuharapkan, akan tetapi aku tidak menyangka secepat ini akan terjadi.
Pelan tapi pasti kutarik tali gaun tidur ibuku sebelah kanan dengan tangan kiriku, dan sekejap kemudian kutarik tali gaun tidur ibuku sebelah kiri, sehingga gaun tidurnya kini merosot ke bawah hingga ke perut ibuku, dan di hadapan mataku kini nampak kedua bukit kembar ibuku yang besar, nan montok itu dan sebesar jeruk bali, yang berukuran 36 D dengan puting berwarna coklat kemerahan yang sebesar ukuran biji kacang atom yang menghiasi kedua teteknya, serta tampak sudah menegak, dan mengeras menungguku untuk menghisapnya.

Sesudah gaun tidurnya merosot ke bawah, ibuku lalu berkata lirih; “nak, ayo kesini, mendekat ke arahku, ke arah Riskamu ini, ibumu yang telah menjadi istrimu mas Rian, hisap, dan kenyot tetekku yang sudah mengeras ini mas, aku rindu saat-saat seperti itu, saat dirimu menetek padaku seperti ketika kamu masih kecil dulu.”

Tanpa banyak kata, perlahan kudekati ibuku, dan lalu kedua tanganku mulai membelai payudara sebelah kanan ibuku, dan kutangkupkan tanganku ini erat-erat pada daging kenyal tetek ibuku, lalu perlahan mulai kuhisap puting payudara ibuku sebelah kanan yang telah membengkak itu; “ srruuuppp….sruuuuppp…sruuupp…sluruuuppp…sruuuppp…sruuuppp…bunyi suara hisapanku pada pentil ibuku ini.
Sambil menetek, sesekali kupandangi wajah ibuku yang sayu, dan matanya terus menatap wajahku.

Terpancar kelembutan, beserta kasih sayang dari mata ibuku yang begitu besar padaku, saat aku tengah menghisap tetek ibuku, kudengarkan ibu hanya bergugam; “ oohh….eemmmhhh…nak, dulu saat kamu masih bayi kamu juga menetek padaku mas Rian sayang, mmhh…Riska dulu menyusuimu selama 2 tahun, dan kamu makan nutrisi makananmu dari air susuku ini nak selama itu, kini saat yang lama kunantikan untuk kembali menetekimu terulang lagi mas…”. Aku bahagia sekali rasanya dapat menetekimu lagi saat ini bukan hanya sebagai ibumu, melainkan sebagai istrimu juga mas. Apakah kamu juga telah lama menantikan saat-saat seperti sekarang ini mas Rian suamiku tercinta.

Akupun hanya menganggukan kepala, sambil terus kukenyot pentil tetek ibuku sebelah kanan yang berwarna coklat kemerahan, kadang kusedot pelan, kadang kuhisap dengan kencang. Melihatku yang sedikit kelelahan saat menghisap payudara ibuku dengan posisi semi duduk, ibuku lalu memintaku untuk berbaring di pangkuannya, dan akupun segera berbaring di pangkuan ibuku sambil terus kuhisap puting payudaranya yang sebelah kanan.

Puas menjilati puting payudara sebelah kanan ibu, aku lalu membelai puting payudara sebelah kiri ibu. Sebelum kulanjutkan kegiatan menetekku, kusempatkan untuk menjawab pertanyaan ibuku tadi; “Riskaku tercinta, tentu saja aku sudah lama sekali mendambakan saat-saat ini, sudah 5 tahun lebih kutunggu saat seperti ini, jujur mas merasa tidak puas saat dek Riska melarangku untuk menetek padamu di kamar kostku setahun yang lalu, padahal saat itu aku ingin menunjukkan baktiku ini padamu, meskipun pada akhirnya bisa kuremas-remas bukit kembarmu ketika itu, akan tetapi aku belum puas, dan masih merasa kecewa karena aku belum bisa menetek padamu ibuku sayang yang juga istriku tercinta.”

Kulihat raut wajah penyesalan di wajah ibuku saat aku berkata seperti itu, dan ibupun lalu meminta ma’af padaku; “maafkan dek Riska iyaa mas Rian anakku sayang yang juga suamiku tercinta, saat itu adik belum siap apabila mas menetek padaku, dek Riska takut kebablasan, dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kamar kostmu, adik tahu pasti saat itu mas Rian berusaha untuk merangsang adik agar mas dapat menyetubuhi adik yang masih terikat ikatan pernikahan dengan ayahmu kan mas??”

Adik mengerti akan hal itu mas, sebab saat mas gesekkan penis mas Rian ke belahan pantat adik ini, dan berusaha untuk mas gesekkan lebih jauh ke bawah dengan membuka pantat adik ini mencoba menemukan belahan memek adik, sebenarnya adikpun terangsang, akan tetapi dek Riska yang masih berstatus sebagai istri ayahmu harus tetap menjaga kesucian pernikahanmu dengan mas Antok Suharmanto ayahmu, walaupun adik sendiri jujur adik juga ingin merasakan burungmu itu bersarang di liang peranakan adik ini mas.
Itulah sebabnya dek Riska yang juga ibumu sendiri menolak kamu untuk berbuat lebih jauh saat itu.

Nah sekarang adik sudah siap lahir batin untuk menjadi istrimu mas Rian Andrianto, dan kelak menjadi ibu dari anak-anak kita. Kamu tidak usah khawatir mas Rian, sebab seluruh tubuhku ini termasuk rahimku, payudara, dan vaginaku hanya untukmu saja anakku, tidak akan pernah ada lagi laki-laki lain dalam hidupku selain kamu saja mas Rian, aku akan berusaha menjadi istri yang shalihah, dan berbakti padamu seumur hidupku ini mas, sekalipun aku adalah ibumu, ibu kandungmu yang melahirkanmu, namun kini aku adalah istrimu nak.

Maukah kamu mema’afkan istrimu ini apabila diriku saja yang juga ibumu bisa mema’afkan kesalahanmu, masa kamu tidak bisa mema’afkanku lho mas Rian anakku yang juga suamiku?

Tentu saja Riskaku sayang, mas Rianmu ini sudah mema’afkanmu mamaku yang juga istriku. Sekarang akan kulanjutkan lagi menetek padamu ibuku tercinta, dan memberikanmu kepuasan dek Riska sayang.

Setelah itu aku berpindah posisi, dan kini kurebahkan kepalaku pada paha ibuku sebelah kiri, dan kuteruskan kembali menetek pada ibuku.

Tanganku mulai membelai tetek sebelah kiri ibuku, lalu sedikit kupelintir puting teteknya dengan ujung jempol, dan jari telunjuk tangan kananku ini, sehingga membuat tubuh ibuku menggelinjang, juga bergetar seluruh tubuhnya. Ibuku agak melenguh saat kupelintir teteknya itu, sehingga nafas ibupun menjadi tidak teratur, dan ibupun menceracau; “ eeemmhhh…mmmhhh…ssshhh…ooouuccchhh…aaauuccchhh…eemmhhh…naakk…enak banget anakku sayang, oouucchh…terus nak pilin-pilin pentilku ini mas Rian, eeemhh…ooohhh…”

Setelah hampir 10 menit aku memainkan, dan menghisap kedua tetek ibuku secara bergantian, ibu lalu berkata padaku; “nak, sudah cukup kamu menetek pada ibu, sekarang gantian giliran ibu yang akan memberikanmu kepuasan mas rian, angkatlah kepalamu dari paha ibu ini, dan berbaringlah disampingku mas…”.

Sesudah ibu berkata demikian, akupun lalu menuruti perintah dari ibuku, kuangkat kepalaku dari paha ibu, dan lalu berpindah berbaring di sebelah ibu, lantas kukatakan; “memangnya kamu mau memuaskanku dengan cara bagaimana riskaku sayang?”, sambil sedikit iseng kugerakkan tanganku memegang paha sebelah dalam ibuku.

Ibuku sedikit kaget dengan perlakuanku ini, akan tetapi ibu tidak berusaha menepis tangan kananku ini, malah ibu kemudian menyingkap daster bagian bawahnya. Perlahan ibupun menaikkan daster bagian bawahnya ke atas, dan ibu menatap wajahku lekat-lekat sambil berkata; “mas rian, sekarang sudah tiba saatnya kamu melihat keindahan tubuh istrimu yang juga ibumu ini, termasuk juga vaginaku mas, yang mana kamu dulu keluar dari sini, sebentar lagi kamu akan melepaskan keperjakaanmu disini mas rian, anakku tercinta…”.

Sebentar lagi akan Riska tunjukkan bagian-bagian dari vaginaku ini mas Rian sayang, dan bagaimana cara memuaskanku mas. Dalam sekejap setelah berkata demikian, daster bagian bawah ibupun telah tersingkap ke atas, dan aku dapat melihat vagina ibuku sudah basah, serta berair, vagina ibuku berbentuk sebuah garis yang memanjang, serta membelah dari beberapa sentimeter di bawah anus hingga berakhir tepat di daerah perineum beberapa sentimeter di bawah perut ibuku. Dapat kulihat saat ibu berdiri di atas kasur untuk mengangkat dasternya tadi.

Ibupun lalu duduk di dekatku, dan kedua pahanya dibukanya lebar-lebar, kemudian ibu memintaku untuk mendekat lebih dekat ke arah pahanya, dan dikatakannya; “nak, kemarilah mendekat lebih dekat ke arahku mas rian, akan riska tunjukkan bagian-bagian dari vaginaku ini, kamu perhatikan baik-baik iya mas…”

Akupun lalu perlahan duduk mendekat ke arah ibuku, dan ibupun sudah mengangkangkan kakinya serta kedua pahanya dibuka lebar-lebar, sambil bibir vaginanya dilebarkan dengan jari telunjuk, dan jari tengah tangan kanannya, lalu ibuku berkata; nak, coba kamu perhatikan baik-baik yang sedang riska lebarkan dengan jari telunjuk dan jari tengah ibu ini dinamakan labia mayora atau bibir besar vagina ibu sayangku, bibir labia mayora ini akan merekah, dan membuka seperti kelopak bunga saat seorang perempuan terangsang, sedangkan di sebelah dalam yang berwarna merah muda, dan kelihatan berair itu adalah bibir kecil atau disebut dengan labia minora, dan dibagian tengah labia minora itu terdapat lubang kecil yang dinamakan dengan urethra yang berfungsi sebagai saluran kencing, tepat di sebelah atasnya terdapat sebuah tonjolan kecil yang kira-kira berukuran sebesar biji kacang hijau atau kurang lebih berukuran 0,5-1,3 cm atau terkadang sedikit lebih besar yang disebut klitoris atau klentit yang sangat sensitif bila disentuh, apabila klitoris itu disentuh dan dirangsang maka seorang perempuan akan merasakan kenikmatan yang teramat sangat, hingga seperti terbang melayang ke awang-awang.

Kemudian tepat pada bagian bawah urethra coba kamu lihat mas, ada lubang berbentuk cincin itu yang dinamakan lubang pembukaan vagina, nah disitulah nanti kamu harus memasukkan penismu anakku sayang, di bagian dalam dinding vagina bila dimasuki jari seperti yang Riska lakukan seperti ini terasa basah, lembut, dan menjepit mas.

Sambil ibuku memasukkan jari telunjuk tangan kirinya ke dalam lubang vaginanya. Sedangkan pada bagian atas sendiri tepat dibawah pusar itu disebut dengan mons pubis atau bukit kemaluan yang ditumbuhi dengan bulu-bulu atau rambut kemaluan.

Nah kamu mungkin pernah mendengar istilah vulva atau kemaluan perempuan itu adalah organ genitalia yang dapat dilihat dengan mata telanjang yang terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, urethra, dan klitoris. Kamu sudah mengerti kan anakku mas Rian sayang tanya ibuku padaku. Akupun lalu menganggukkan kepala pertanda sudah mengerti akan penjelasan ibuku ini.

Sekarang coba kamu praktekkan apa yang telah ibu ajarkan tadi mas Rian sayangku, sudah lama sekali ibu mendambakan hal ini mas Rianku, tetapi baru sekarang impian Riska ini terwujud sayangku. Riska tidak pernah menyesal mencintaimu, dan memberikan semuanya termasuk tubuhku ini untuk dinikmati olehmu anak laki-lakiku satu-satunya, berjanjilah mulai sekarang kamu tidak boleh memikirkan serta mencintai perempuan lain, selain hanya aku saja, walaupun aku adalah ibu kandungmu yang melahirkanmu ke dunia ini, akan tetapi sebentar lagi aku akan menjadi istrimu secara resmi mas Rian Andrianto, sekaligus melahirkan anak-anak kita ini, yang adalah cucuku, juga adikmu nak, sambil berkata demikian mata ibuku terus melirik penisku yang telah menegang maksimal.

Perlahan-lahan akupun lalu merapatkan badanku semakin rapat ke arah badan ibuku Riska, dan kuletakkan sebelah tanganku, lalu kutangkupkan pada payudaranya, sementara tangan kananku mulai membelai bukit vaginanya. Ibuku tak henti-hentinya memelototi penisku yang kini berdiri tegak, dan mengacung-acung, sambil senyum terus merekah di bibirnya yang kecil nan mungil itu yang berwarna merah jambu.

Ibuku lalu berkata; “nak, penismu sungguh dewo(gedhe lan dowo atau besar, dan panjang) mas Rianku sayang, Riska sudah tidak sabar ingin merasakan kontolmu itu, uuhh pasti penuh, dan sesak rasanya memekku ini mas, saat kontolmu masuk ke dalam tempik yang melahirkannya ke dunia ini, vaginaku, vagina ibu kandungmu, apalagi sudah lama sekali memekku tidak dimasuki penis laki-laki mas Rian, penismu amat sangat beruntung anakku sayang bisa kembali memasuki vagina yang melahirkannya, yang hampir semua anak laki-laki di dunia ini mendambakan penisnya dapat memasuki, serta menyodok vagina ibu kandungnya, bahkan kalau bisa sampai sang ibu mengandung, dan melahirkan anaknya, Riska bersyukur sekarang telah menjadi istrimu mas Rian anakku sendiri.”

Setelah ibu selesai berbicara aku semakin bersemangat untuk segera menyetubuhi ibuku, dan melepaskan keperjakaanku di liang vaginanya, akupun berjanji pada diriku sendiri akan mengabdikan diriku serta menjaga Riskaku selamanya sebagai ibu sekaligus istriku.

Sebab mendengar mamaku berkata seperti itu tadi, aku tersadar ternyata benar-benar besar rasa cinta, dan sayang Riska mamaku padaku ini.

Aku lalu berkata pada ibuku; “Ibuku Riska tercinta, ibu tidak usah khawatir sayangku, Rian berjanji Rian akan mengabdikan seluruh hidupku untukmu, serta menjagamu sebagai istriku, juga ibuku, kamu jangan khawatir iya Riskaku, penisku ini hanya untukmu seorang selamanya, kontolku ini akan terus memuaskan vaginamu sayangku cintaku, ketahuilah ibuku tercinta tidak ada memek lain yang kudambakan, dan kuimpikan di dunia ini selain hanya vaginamu saja, ibu adalah ibu yang paling beruntung di dunia ini bisa mengambil keperjakaan 2 laki-laki, yang pertama adalah perjaka ayahku Antok Suharmanto, dan dari benih cinta kalian berdua lahirlah aku anakmu yang sekaligus suami sejatimu Rian Andrianto, dan ibu juga akan mengandung, serta melahirkan anak-anakku yang sekaligus cucumu sendiri Riska Damayanti ku.”

Oleh karena itulah aku akan menikahimu secara resmi beberapa bulan lagi ibuku Riska Damayanti, agar kita dapat hidup selamanya sebagai suami-istri yang sah, dan legal di hadapan hukum agama, dan negara.

Alhamdulillah ternyata impianku ini tidak bertepuk sebelah tangan, sebab ibupun juga menginginkan hal yang sama padaku ini.

Nah sekarang rilekslah, dan santailah istriku Riska tercinta, aku akan mulai memberikan kepuasan biologis padamu ma, kamu sudah siapkan sayang tanyaku pada ibuku. Ibuku tidak segera menjawab, dan hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu ibu berkata; “iya mas Rian, Riska sudah teramat sangat siap mas, segeralah beri aku nafkah batin, dan penuhilah kebutuhan biologisku ini mas.”

Aku lalu berkata pada ibuku; “baiklah Riskaku sayang, sekarang mas Rian akan mulai memberikan nafkah biologis padamu ibuku sayang, Riska nikmatilah belainku ini pada bagian-bagian sensitifmu.” Sesudah berkata demikian perlahan tangan kiriku mulai memilin dan memelintir pentil tetek ibuku yang telah mengeras, sengaja kuusapkan jari telunjuk dan jempolku memutar di daerah areola payudaranya untuk merangsang ibuku. Kulihat ibuku memejamkan matanya, dan nafasnya perlahan menjadi berat sambil menceracau; “oh mas Rian terus pilin-pilin pentil tetek kananku ini mas, ooohhh sshh…eemmhh…enakk mas…sshh…”

Sesudah puas memilin pentil tetek sebelah kanannya, tangan kiriku lalu berpindah ke pentil tetek sebelah kiri ibuku, lalu perlahan mulai kupilin, dan kupelintir pentil tetek ibuku yang sebelah kiri. Belum sempat ibu menceracau, tangan kananku sudah kugosokkan di sepanjang celah pudenda(celah memek) ibuku yang telah berair, dan merembes menetes membasahi jari telunjukku ini.

Nyata sekali kalau ibu sudah benar-benar terangsang, dan kulihat perlahan lubang vaginanya merekah seperti kelopak bunga yang menandakan ibuku sudah siap untuk disetubuhi. Aku lalu bertanya pada ibuku; “Riska ibuku sayang apakah penisku yang besar ini muat di dalam lubang vaginamu yang mungil itu, dan tidakkah dek Riska merasa kesakitan saat kontolku ini bersarang di memekmu bu?”

Ibuku yang masih menceracau tidak segera menjawab pertanyaanku ini, melainkan ibu masih terus melenguh eemmhh…ooohhh….naaaakk…mas Riaaankku kamu pintar banget memilin, dan memainkan payudaraku ini nak eemhh…, beberapa saat kemudian setelah ibu tersadar, spontan ibuku terkaget dengan pertanyaanku ini, apa nak, apa yang kamu katakan tadi mas Rianku?

Aku lalu memberikan isyarat tanda jempol tangan kiriku yang diapit oleh jari tengah, dan jari telunjukku sambil kukatakan; “Dek Riska ibuku sayang, mas Rian takut nantinya adik tidak dapat menikmati sodokan kontolku ini pada memek adik, dan malah merasa kesakitan, sebab kontolku ini berukuran lumayan besar, sedangkan memek adik berukuran mungil.”

Ibu lalu meletakkan jari telunjuknya di bibirku, dan spontan dikatakannya; “mas Rian anakku sayang, mas jangan khawatir iya suamiku tercinta, vaginaku ini elastis mas sehingga bisa dengan mudah beradaptasi dengan penis sebesar apapun itu, walaupun tidak bisa langsung, dan membutuhkan waktu beberapa menit mas, akan tetapi lendir kewanitaan yang keluar dari vaginaku ini nantinya akan memudahkan mas untuk menyodok-nyodok vaginaku yang dulu melahirkanmu mas Rian dengan penismu yang besar itu, jadi kamu tidak perlu risau mas apabila nanti Riska merasa agak kesakitan itu karena vaginaku ini masih harus beradaptasi dulu dengan penismu, dan mas harus mendiamkan dulu penis mas selama beberapa menit di dalam vaginaku agar mempercepat proses adaptasi pada vaginaku ini mas Rian.”

Aku lalu menganggukkan kepalaku pertanda mengerti, dan sekarang perlahan kumasukkan jari telunjuk tangan kananku ke lubang vagina ibuku yang berbentuk seperti cincin, dan berwarna merah muda, walaupun kulihat bibir labia majora(bibir luar) vagina ibuku ini sudah agak menggelambir atau ndower dalam bahasa jawanya, mungkin karena terlalu sering disetubuhi oleh penis ayahku ini, dan juga sudah pernah melahirkan anak, akan tetapi meskipun begitu kurasakan jepitan dinding-dinding otot vagina ibuku pada jariku masih mampu menjepit dengan kuat. Ternyata saat jariku kumasukkan ke dalam vagina ibuku ini baru kali ini dapat kurasakan bahwa bagian dalam vagina ibuku itu terasa basah, lembut dan mencengkeram dengan kuat. Spontan sensasi ini membuat penisku mengangguk angguk, dan ereksi maksimal.

Kugerakkan jari telunjukku keluar masuk memek ibuku mengaduk aduk bagian dalamnya, sesekali terkadang jempolku sengaja kusentuhkan pada itil atau klitorisnya yang membuat tubuh ibuku sedikit bergetar, dan kepalanya didongakkan ke atas, serta kedua bola matanya pun membelalak, nafas ibupun semakin bertambah berat, dan mamaku terus mendesah juga melenguh tidak karu-karuan; “maaasss Riaaannn ooohh,,,ssshhh,,,,eeemmmhhh,,,,hhhaaahhh…auuuccchhh….terusss maaasss…eenaaakk banget memekku ini, aduuuhh maaasss…Riiskkaa gaaak tahaaan…ooohh….anaaakkku…aku tresno karo kowe le….ooohhh…piiinttarrr….ssshhh…”

Kumainkan memek ibuku kira-kira hampir sekitar 10 menit, dan sekarang ibu memintaku untuk berbaring di tempat tidur, sementara dasternya telah merosot hingga ke perut. Ibu lalu bertanya padaku perlukah dasternya dilepasnya sambil dikatakannya; “nak, perlukah kulepas dasterku ini mas Rian sayangku agar tidak kotor, atau kamu lebih suka mamamu ini tetap memakai daster saat kita bercinta sebentar lagi sayangku??”

Kemudian spontan kujawab; “dek Riska ibuku sayang terserah padamu, apakah dasternya dilepas ataukah tetap dibiarkan menutup bagian perutmu itu, hanya apabila dilepas tentunya lebih baik, sebab dastermu itu tidak kotor nantinya, dan juga akan lebih memudahkan kita berdua dalam bersetubuh nantinya dek.”

Sengaja kukatakan demikian, sebab kuingin melihat tubuh ibuku ini dalam keadaan telanjang bugil, polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.

Tepat setelah aku selesai berbicara ibupun lalu berdiri di lantai membelakangiku, dan dipelorotkannya dasternya ke bawah diloloskan melalui kedua kakinya, sambil dilipatnya dengan rapi dasternya, beserta dengan bra, dan celana dalamnya yang tadi berserakan di lantai, kemudian diletakannya di meja belajarku.

Saat itu kulihat jam dinding telah menunjukkan waktu pukul 15.30 w.i.b yang berarti sudah hampir 1 jam ibu mengajariku cara memuaskannya, dan kini tibalah saat yang paling kutunggu dimana sebentar lagi aku akan melepaskan keperjakaanku ini yang kujaga selama bertahun-tahun di liang vagina ibu kandungku sendiri Riska Damayanti yang telah melahirkanku ke dunia ini dengan restu, dan ridho darinya.

Sesudah selesai merapikan pakaiannya yang tadi berserakan di lantai, perlahan ibupun lalu berjalan kembali ke ranjang tempat tidur kami berdua dalam keadaan telanjang bugil. Tentu saja hal ini membuat kedua mataku tak henti-hentinya memelototi tubuhnya yang sintal, dan montok itu.

Ibuku seperti bidadari yang turun dari kahyangan dengan kedua buah payudara yang masih kencang di usianya yang sudah 43 tahun, mungkin karena ibuku pandai merawatnya, dan vagina yang tembem yang berwarna agak kecoklatan lebih tepatnya sawo matang, dengan bagian dalam vaginanya yang berwarna merah muda tidak kalah dari vagina seorang gadis yang berumur 20 tahunan yang sering kusaksikan di situs-situs porno, dan di bagian bukitnya ditumbuhi bulu-bulu halus yang tertata rapi berbentuk segitiga terbalik yang membuat buah jakunku ini turun naik menelan ludah yang tertahan, dan tentu saja penisku benar-benar berdiri tegak, dan mengangguk angguk saat kuperhatikan vagina mamaku yang indah itu.

Ibu lalu berbaring di sebelahku tangan kanannya perlahan mulai membelai batang penisku yang telah menegang maksimal sambil ibupun berkata; “mas Rian, sekarang sudah tiba saatnya perkenalan kelamin kita berdua sayangku, sebelum nantinya penismu ini memasuki vaginaku yang sudah gatel, dan merengek minta dimasuki, juga disodok dengan kontolmu ini, maka sekarang ada baiknya bila memekku ini berkenalan terlebih dulu dengan kontolmu anakku sayang, dengan cara akan kukocok-kocok kontolmu itu menggunakan tangan kananku ini, lalu setelah itu akan kugesek-gesekkan kepala penismu di bibir luar(labia majora) vaginaku ini mas agar vaginaku mengenal penismu terlebih dulu, barulah kemudian nantinya adik Riska akan membimbing penismu dengan kududuki sehingga masuk ke dalam vaginaku ini mas Rian. Sesudah itu baru kita coba gaya misionaris, beserta gaya-gaya yang lainnya nak, kamu sudah siapkan melepaskan perjakamu nak tanya ibuku penuh harap.”

Aku tersenyum mendengar perkataan ibuku ini, dan lalu segera kujawab pertanyaannya; “dek Riska ibuku sayang, jujur hatiku ini merasa senang sekali menunggu saat-saat yang lama kuimpikan dalam hidupku bu, dan kini jantungku berdegup kencang serta berdebar-debar dek Riska menantikan detik-detik penisku ini memasuki liang vaginamu yang melahirkannya di dunia ini, sekaligus melepaskan keperjakaanku di tempat yang seharusnya istriku tercinta yakni di vaginamu dek Riska yang tak lain, dan tak bukan adalah ibu kandungku sendiri.”

Ibu melihat sendiri kan kontolku ini mengangguk-angguk itu menandakan bahwa kontolku ini bahagia bisa bertemu dengan kekasih sejatinya selama ini dek Riska sayang. Siapakah kekasih sejati kontolku ini dek Riska ibuku sayang?? Tentunya tak lain, dan tak bukan adalah memekmu itu ibuku tercinta. Bukankah itu juga yang dek Riska rasakan selama ini istriku.

Kulihat pipi ibuku memerah, dan ibu lalu menasehatiku mas Rian apa yang kamu rasakan selama ini sama persis dengan yang adik Riska rasakan, adik sadar sepenuhnya bahwa kita ini memang diciptakan untuk menjadi pasangan suami-istri, meskipun kita adalah ibu, dan anak, akan tetapi ibu pernah membaca di kitab suci agama kita ini, bahwa seorang perempuan itu kelak anak laki-lakinya yang harus menjaganya, dan Tuhan kita(Allah S.W.T) melaknat perceraian, dan perpisahan antara suami istri. Selain itu seseorang yang telah cukup umur diperintahkan untuk menyempurnakan agamanya dengan menikah, dan kewajiban bagi kita yang beragama Islam sesuai dengan junjungan Nabi Besar S.A.W junjungan kita ini bahwa seorang anak wajib berbakti pada ibunya, dengan baginda Nabi Besar S.A.W bersabda ketika ditanya salah seorang sahabatnya, beliau menjawab ibumu sampai 3x, baru kemudian ayahmu.

Nah dengan kita berdua menikah secara resmi berarti aku Riska Damayanti ibumu telah memberikanmu 3 kesempatan besar untuk berbakti padaku seumur hidupmu itu. Pertama, kuberikan kau kesempatan untuk menjaga, dan merawatku seumur hidupku dengan kita menjadi suami-istri. Kedua, kuberikan kau kesempatan untuk menyempurnakan agamamu dengan kita menikah secara resmi, dan sah nanti, karena kita adalah ibu-anak maka dengan kamu memberikan benihmu di dalam rahimku ini, maka berarti sempurnalah ibadah kita berdua selama ini nak, dan kita tidak akan pernah terpisahkan, selain itu karena kita berdua mahram, maka kewajibanmu adalah membahagiakanku seumur hidupku. Ketiga, kuberikan kesempatan untuk berbakti padaku selamanya nak, karena tak lain, dan tak bukan yang dibutuhkan oleh setiap ibu di dunia ini adalah kepuasan lahir-batin dari anak laki-lakinya, selain itu saat sang ibu hamil benih dari anaknya, maka tali silaturrahmi, dan ikatan batin antara ibu beserta anak tidak akan pernah terpisahkan.

Cerita Sex Sedarah | Seorang perempuan dianjurkan menikah untuk mendapatkan keturunan dari suaminya, begitu anaknya cukup umur, maka apabila anak itu laki-laki sang ibu wajib menuntut cerai pada suaminya, dan selanjutnya hidup berdua dengan anak laki-lakinya, juga memberikan segalanya termasuk diharuskan menjadi istri anaknya sendiri, dan merelakan tubuhnya dinikmati seumur hidup oleh anak laki-lakinya, sebagai wujud pengabdian, dan bakti seorang anak laki-laki pada ibu kandungnya.

Sementara apabila anaknya perempuan, sang ibu wajib melepaskan tanggungjawabnya hingga usia sang anak cukup umur, dan menyerahkan masa depan sang putri di tangan sang ayah kandung untuk dinikahkan dengan laki-laki yang bertanggungjawab, sehingga saat sang putri akil balig atau beranjak dewasa, maka sang putri menjadi tanggung jawab ayahnya. Demikianlah nasehat yang diberikan oleh ibuku padaku ini.

Seusai menasehatiku, perlahan mamaku bangun dari tidurnya, dan duduk di sebelahku, mamapun lalu membelai penisku yang telah menegak seperti tiang bendera, kemudian perlahan mamapun menciumnya, sambil mama lalu mengajak penisku berbicara, seolah-olah penisku mengerti apa yang dikatakannya.

Mama menggenggam penisku dengan tangan kanan lalu mama berbicara dengan penisku, dan dikatakannya; “halo mas Rian junior, apa kabarnya, kamu baik-baik saja kan sayangku?? Sudah lama sekali Riska tidak membelaimu, terakhir kali Riska memandikanmu, kamu masih sebesar biji kelingking kontol kesayanganku, sekarang kamu sudah besar iya, dan banyak rambutnya lagi, lho kenapa kamu kok manggut-manggut mas Rian junior, ayo kamu lihat apa sich kontolku sayang. Hmm, pasti kontol kesayanganku melihat vaginaku iya?? Kamu mau Riska kenalkan dengan vaginaku ini kah mas Rian junior?? Sama dong, memekku juga ingin berkenalan denganmu kontolku sayang hi…hi…hi…, kontol dulu kamu lahir, dan keluar dari memekku ini, sekarang setelah kontol berpisah dengan memekku selama 22 tahun, sebentar lagi kamu akan kembali bersama dengan memekku untuk selamanya, dan kalian berdua takkan terpisahkan lagi, memekku ini yang dulu melahirkanmu akan menjadi sangkar yang tepat, dan memang seharusnya kontol kesayanganku bersarang di memekku sendiri yang melahirkanmu, karena kontol kamu memanglah tercipta untuk memekku, kontol bahagia iya sebentar lagi akan masuk ke dalam memekku, dan menyodoknya, kontol tidak menyesal kan menyerahkan perjakamu ini untuk memekku, kontol tidak usah khawatir mulai sekarang memekku hanya untukmu kontol kesayanganku. Oh iya Riska hampir lupa, kontol tidak boleh menusuk memek perempuan lain selain tempikku ini, hanya tempikku sajalah yang boleh kamu masuki, kamu mengerti kan??”.

Kulihat kontolku mengangguk-angguk seakan-akan mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ibuku, mendengar apa yang dikatakan oleh ibuku baru saja. Mamaku perlahan lalu berpindah posisi, dan duduk di antara kedua pahaku ini, kemudian mamapun bergeser memajukan bokongnya, sehingga kini penisku tepat berhadap-hadapan dengan vaginanya. Mama lalu menggenggam penisku lalu digesekkannya di sepanjang celah pukinya yang sudah basah.

Saat kedua kelamin kami bersentuhan dapat kurasakan bahwa ibuku benar-benar telah terangsang, dan lubang vaginanyapun telah merekah, dan menganga menandakan bahwa ibuku sudah tidak tahan lagi untuk segera kusetubuhi, meskipun demikian ibu masih terus menggesekkan penisku di sepanjang celah pukinya, terkadang kepala penisku ini disentuhkan ke klitorisnya yang membuat ibupun mendesah saat kepala penisku bertemu dengan ujung klitorisnya.

Ketika penisku digesekkan di sepanjang bibir dalam vaginanya, kurasakan bibir dalam vagina mamapun telah mengeluarkan cairan kewanitaan sehingga terasa licin saat kulit batang penisku bersentuhan dengan daging bibir dalam(labia minora) vagina mama. Sesekali mama berusaha menekan penisku lebih ke bawah untuk segera memasuki lubang vaginanya, namun saat kepala penisku masih menyentuh ujung lubang pembukaan vaginanya, kemudian mamapun kembali menggesekkan penisku di sepanjang bibir dalam vaginanya, dan disentuhkannya ke klitorisnya.

Akupun menjadi penasaran sebenarnya apa yang dimaui oleh mamaku ini, dan kutanyakan padanya; “dek Riska mamaku tercinta, mengapakah adik tidak segera memasukkan penisku ini ke dalam vagina adik sayangku, dan terus digesek-gesek seperti ini, padahal mas Rian paham apabila adik sudah horny berat dengan keluarnya lendir kewanitaan dari dalam memek adik, dek Riska tunggu apalagi lho ibuku sayang, mas Rian sudah siap lahir-batin untuk melepaskan keperjakaan kontol mas ini di dalam memek yang dulu melahirkanku, yakni memekmu dek Riska mamaku tercinta.”

Ibukupun hanya tersenyum mendengar perkataanku ini, dan kulihat pipinyapun memerah, lalu mamaku menatap wajahku lekat-lekat sambil dikatakannya; “mas Rian sabar sebentar iya anakku sayang, dek Riska sedang mengenalkan memek adik ini dengan kontol mas, agar nantinya memekku tidak kaget nak ketika dimasuki oleh kontolmu, sebab sudah terlalu lama memekku berpisah dengan kontolmu anakku sayang, sekarang sesudah 22 tahun tibalah saat untuk bersatunya kembali antara memekku ini, dan kontolmu mas di dalam lubang memekku yang hangat ini mas Rian, setelah ini tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan antara memekku juga kontolmu anakku tercinta, sebab mulai sore ini memekku hanya akan dientot oleh kontolmu mas Rian, begitupun kontolmu yang tidak boleh mengentoti memek siapapun di dunia ini selain memekku, memek ibu kandungmu sendiri, yang juga satu-satunya wanita bagimu suamiku mas Rian anakku tersayang.”

Sebentar lagi dek Riska akan segera memasukkan penismu yang sudah teramat sangat keras, dan tegang ini ke dalam vaginaku yang sudah becek, licin, dan gatal ini sejak tadi mas menunggu momen bersatunya kembali kelamin kita berdua ini.

Sekaligus saat yang paling bahagia dalam hidupku ini mas akhirnya setelah sekian lama terpisahkan kontol anakku tercinta kembali ke sangkar yang seharusnya, yakni ke dalam memekku, memek mama kandungnya yang pernah mengandungnya selama 9 bulan, dan melahirkannya ke dunia ini dengan pengorbanan antara hidup, dan mati.

Tinggal hitungan detik lagi perjuanganku mengeluarkanmu ke dunia ini melalui memekku ini, dan membesarkanmu hingga dewasa akan kau balas dengan pengabdianmu memasukkan, serta menusukkan kontolmu anakku ke dalam memekku juga menumpahkan semua air mani atau spermamu di dalam rahimku agar kelak adik dapat hamil buah cinta kita ini, yang sekaligus cucu adik, sebagai konsekuensi dari kontolmu, kontol kesayangan adik yang mengentoti memekku, memek mamamu sendiri, lalu kontolmu itu menyemprotkan sperma di dalam memekku ini, dan sperma itu membuahi sel-sel telur adik yang telah masak ini, sehingga adikpun nantinya hamil cucu adik sendiri dari benih yang disiramkan oleh anak laki-laki yang adik cintai, jangan kecewakan dek Riska ibumu ini iya mas Rian, tunjukkanlah pengabdianmu dengan menyetubuhiku, dan membuatku hamil anak-anak kita nanti, dan setelah itu kelak anak-anak kita akan kita didik, juga kita besarkan bersama-sama.

Setelah berkata demikian, ibuku perlahan lalu menggenggam penisku, dan menegakkannya hingga sejajar dengan posisi lubang pembukaan vaginanya, lalu ibuku berusaha menuntun kepala penisku hingga tepat di mulut lubang vaginanya, dan setelah dirasakan posisinya tepat perlahan ibupun mulai menurunkan pantatnya, walaupun demikian usaha mama ini masih terus meleset, hingga akhirnya kubantu ibu dengan memegang pinggangnya untuk mempermudah gerakan ibuku dalam menduduki kontolku dengan vaginanya.

Ternyata usahaku ini tidak sia-sia, perlahan tapi pasti mamapun berhasil menduduki penisku, dan dapat kulihat vagina mamaku ini sedikit demi sedikit inci demi inci senti demi senti mulai menelan penisku yang tegang maksimal ini. Kurasakan rasa hangat, dan menjepit yang menyelimuti seluruh kontolku seperti terjepit sesuatu yang lembut, namun basah, serta berdenyut-denyut, rasa ini mendorongku untuk berusaha agar kontolku tidak terlepas dari memek mamaku.

Saat kedua kelamin kami bersatu kurasakan rangsangan syaraf yang telah terkoneksi antara memek mamaku, dengan kontolku ini, bahkan kontolku benar-benar terasa pas di dalam memek ibuku. Seolah-olah kontolku memang tercipta untuk memek ibuku, dan memek ibuku ini tercipta untuk kontolku.

Akan tetapi ketika kontolku memasuki memeknya wajah mama terlihat sedikit meringis kesakitan, sambil kepalanya terdongak ke atas, sehingga kuberanikan untuk bertanya pada ibuku; “dek Riska mamaku tercinta mengapakah adik terlihat kesakitan, saat kontolku ini memasuki memek adik, apakah karena ukuran kontolku yang relatif besar ini, sehingga adik merasakan sakit, dan perlukah kucabut kontolku ini dari memekmu dek Riska ibuku tercinta?”.

Ibuku tidak segera menjawab malah ibuku masih terus berusaha agar kontolku ini tenggelam seluruhnya ditelan oleh memeknya. Sekalipun saat itu kontolku telah memasuki memek ibuku, namun tidak dapat masuk sepenuhnya, dan baru 2/3 bagian kontolku yang tertelan oleh memek mamaku.

Mamapun masih terus berusaha mengatur nafasnya, dan menyeringai menahan rasa sakit pada vaginanya karena penisku yang panjang ini menyodok semakin dalam, juga serasa membelah vaginanya yang semakin berdenyut-denyut mencengkeram batang penisku ini.

Sesudah lubang vagina mamaku mampu menelan seluruh batang, dan kepala penisku ini hingga mentok masuk sampai dengan ke dalam rahim mama, kemudian barulah mamaku menjawab pertanyaanku ini; “nak, kamu jangan khawatir dek Riska mamamu ini baik-baik saja mas Rian sayang, adik hanya sedikit merasa kesakitan mas Rian anakku tercinta, sebab sudah lama sekali hampir 1 tahun ini vagina adik tidak pernah dimasuki oleh penis laki-laki mas, dan sekarang vaginaku menelan penismu yang ukurannya jauh lebih besar dari penis ayahmu dulu mas, oh rasanya penuh sekali rongga-rongga di dalam vaginaku ini, dan penismu terasa pas mengganjal serta menyodok tiap inci dinding vaginaku, selamat datang kembali di dalam memekku kontol anakku tercinta, akhirnya setelah sekian lama berpisah kini memekku kembali menjadi sangkar yang menyelimutimu, dan memberikanmu kehangatan kontol kesayanganku, seperti ketika kamu di dalam kandunganku dulu, hanya kini kontol anak laki-laki kesayangankulah yang kembali memasuki memekku yang melahirkannya, mas Rian kamu sudah benar-benar menunjukkan baktimu padamu dengan menyerahkan keperjakaan penismu di dalam vaginaku, vagina mama kandungmu.

Pada saat seluruh penisku tenggelam seluruhnya di dalam lubang vagina mamaku, kulirik jam di dinding telah menunjukkan pukul 14.45 w.i.b, yang berarti detik ini juga keperjakaanku yang selama ini kujaga dengan baik, kini telah hilang di tempat yang seharusnya untuk melepaskan keperjakaanku ini, yakni di dalam vagina ibuku Riska Damayanti yang selama ini kudambakan, dan kuimpikan selama beberapa tahun ini. Akhirnya hal yang selama ini hanyalah mimpi bagiku, kini semuanya menjadi nyata, ada perasaan puas serta bahagia begitu melihat kontolku ini ditelan, dan tenggelam dalam memek mamaku.

Sementara di luar rumah perlahan gemericik air hujan turun membasahi bumi sedangkan di kamar ini seakan menjadi saksi bisu persetubuhan terlarang, dan persatuan kembali antara kontol seorang anak laki-laki dengan memek ibunya yang melahirkannya.

Segenap sisi di ruangan ini menjadi saksi bersatunya kembali antara kontolku dengan memek mamaku tercinta. Ibuku sempat mendiamkan sejenak kontolku di dalam memeknya, sebelum pelan-pelan ibu menggerakkan pantatnya maju mundur sambil terus ditatapnya wajahku ini, lalu ibu berkata padaku; “mas Rian sekarang impian kita telah terwujud, oohh adik Riska sangat bahagia nak, kontolmu telah bersarang di dalam memekku, enakk sekali rasanya memekku ini mas, kontolmu benar-benar mengganjal memekku mas, sshh mas Rian adik kencangkan iya jepitan dinding memek adik ini mas, benar-benar kontol perjaka begitu masuk ke dalam memek impiannya memekku ini bukannya bertambah lemas, melainkan tambah membesar, eeemmmhh kontol mas benar-benar kontol terbaik yang pernah kurasakan, mas apakah memekku ini yang pernah melahirkanmu masih sempit, dan menjepit juga meremas kontolmu dengan kencang anakku tercinta, tanya ibuku?”

Ku tidak langsung menjawab pertanyaan ibuku ini sebab masih kurasakan rasa hangat yang menjalar, dan menyelimuti seluruh penisku dikarenakan jepitan, dan remasan dari dinding-dinding rongga bagian dalam vagina mamaku ini yang basah, halus, dan mencengkeram dengan kuat, serta membuka menutup seperti mulut ikan, rangsangan yang kurasakan ini menjalar hingga ke seluruh tubuhku sehingga menyebabkan badanku ini menjadi hangat.

Setelah itu sambil kutangkupkan tanganku pada kedua buah dada ibuku yang sebesar jeruk bali itu, dan mulai meremasnya, lantas barulah kujawab pertanyaan ibuku tadi; “dek Riska, memek adik benar-benar sempit, dan keset sayangku, ooohhh….ssshhh huuhhh kontol mas terasa seperti dijepit, dan diremas-remas di dalam memekmu dek, mmhh dek Riska mamaku memek adik benar-benar enak, dan pas untuk kontolku ini, akan kunikmati terus memekmu ini seumur hidupku mamaku sayang, dan kusemprotkan sebanyak-banyaknya spermaku di dalam rahimmu agar adik Riska lekas mengandung anak kita yang juga adalah cucu adik ini, dek Riska ibuku oohh memekmu buatku ketagihan, memek ini memek terlezat yang hanya untuk dientot oleh kontolku saja, rawat memekmu baik-baik lho mamaku sayang, agar aku makin mencintaimu.”

Tentu saja nak ibu akan senantiasa merawat vagina ibu ini baik-baik mas Rian anakku tercinta agar penismu betah terus-menerus menyetubuhi vagina ibu ini timpal ibuku.

Ooohhh….ssshhh….aaaauucchhh…maaasss…tempikku sakit tetapi enak mas Rian, hhuuffhhh….hhfuhhh…kontolllmuu oohh mas panjang, dan besar terasa sampai menusuk jauh di dalam rahimku, ooohh kontol dulu kamu dikandung disitu, sekarang kini kontol masuk lagi ke rumahmu, eemmmhh kontolmu nakal mas, masa tempikku yang melahirkannya dientot lho, sshh bisa-bisa tempikku ketagihan kontolmu ini mas, oohh kontol jangan nakal lho, cukuuuppp tempikku saja yang boleh dinikmati, tidak boleh menikmati tempik perempuan lainnya, hhuuffhh….ooohh memekku tresno karo kowe kontol kesayanganku, kontole anak lanangku dewe(memekku cinta kamu kontol kesayanganku, kontol anak laki-lakiku sendiri) ceracau ibuku sambil terus digerakkan sesekali digoyangkan pantatnya maju mundur sehingga kontolku terasa seperti dipijat, dan diputar di dalam dinding rongga dalam memeknya yang membuatku sedikit meringis menahan rasa sakit namun nikmat ini.

Beberapa menit kemudian ibuku lalu memutar posisinya dari yang semula berhadapan denganku, kini ibu membelakangiku, tentu saja dengan kontolku ini tetap menancap di dalam memeknya. Mamaku lalu berbisik lirih; “aku tresno karo kowe Rian anakku, oohh mas mengko yen wis arep nembak ditembak nang njero wae iya mas, ben adik lekas meteng( aku cinta kamu Rian anakku, oohh mas nanti kalau sudah mau keluar spermananya, dikeluarkan di dalam saja supaya adik lekas hamil), sambil terus digoyangkannya pantatnya sehingga jepitan dinding rongga dalam vagina mama pada penisku ini semakin kencang, dan berdenyut-denyut juga semakin basah di dalam vagina mamaku itu.

Ibu puas banget mas Rian anakku akhirnya apa yang selama ini mama impikan telah menjadi kenyataan mas, kalau tahu nikmatnya begini sudah dari setahun lalu mama minta cerai dari papamu, agar dek Riska dapat merasakan sodokan penismu di vaginaku ini nak.

Dek Riska tidak menyesal sedikitpun menjadi istrimu, istri dari anak kandungku sendiri, eemmhh nak indah banget melihat vaginaku ini menelan seluruh penismu mas Rian sayang, vaginaku yang dulu melahirkan penismu, kini penismu kembali ke dalamnya nak, sungguh teramat sangat indah persatuan antara kelamin kita berdua anakku sayang. (Bersambung)

Panjang juga ternyata, dan cerita sex sedarah ini masih ada kelanjutannya lho gan! Mohon kesabarannya, karena sang penulis masih menggarapnya.

About adminb

Check Also

Tante Semok Yang Membuat Diriku Gak Tahan

Tante Semok Yang Membuat Diriku Gak Tahan –  Aku dari desa dan pergi merantau ke Jakarta saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Poker 88 Online
PokerRolex