Home / Foto Bugil / Lama Ngak Ngentot Jadi Cepat Keluar

Lama Ngak Ngentot Jadi Cepat Keluar

Meskipun telah belasan tahun meninggalkan Bandung keterikatanku kepada kota kembang itu tidak begitu saja lepas, terutama setelah kegagalan rumah tanggaku. Dalam setahun aku sempatkan 2-3 kali berkunjung ke Bandung bernostalgia bersama kawan-kawan yang tetap bertahan tinggal disana selepas kuliah. Walaupun kemacetan kota Bandung agak mengurangi kenyamanan namun tetap tidak mengurangi keinginanku untuk berkunjung. Banyak perubahan terjadi, Jl. Dago juga daerah-daerah yg aku sebut kota lama seperti Cipaganti – Cihampelas – Setiabudhi – Pasteur dan daerah lainnya yang hancur keasriannya demi “PEMBANGUNAN” namun ada dua hal yg masih bertahan yaitu makanannya yang enak dan bervariasi dan juga wanita-wanitanya yang terkenal cantik. Di Bandung, beberapa kali kita melangkah akan selalu bertemu wanita cantik itu hampir sepenuhnya benar.

Desember 2017 dengan kereta dari jakarta, aku berangkat ke Bandung, liburan “NOSTALGIA” selalu aku lakukan saat weekday menghindari hingar-bingar Bandung saat weekend. Setelah menaruh tas bawaanku, menghempaskan tubuh dibangku dekat jendela dan langsung membuka novel John Grisham kegemaranku. Belum lagi selesai membaca satu paragraph aku dikejutkan sapaan suara halus: “MAAF APAKAH KAMU TIDAK KEBERATAN KALAU AKU PINDAH DISINI” aku menengadah, kaget dan terpana! begitu mengetahui si pemilik suara, ”HMMM IYAAA BOLEH” jawabku dengan gagap.

 

 

Dia cukup tinggi untuk ukuran wanita Indonesia lebih kurang 175, putih, postur yang proporsional dengan rambut hitam lurus sebahu bak bintang iklan shampoo! Umurnya kira-kira sekitar akhir 20an mengenakan baju putih ketat dan celana biru yang juga ketat sehingga menonjolkan semua lekak-lekuk tubuhnya! Saat dia duduk disebelahlku, semilir tercium aroma parfum lembut yang entah apa merknya, yang pasti pas sekali dengan penampilannya.

“MAAF MENGGANGGU PERJALANAN ANDA SAYA SUKA TERTIDUR DALAM PERJALANAN, KALAU DEKAT JENDELA JADI LEBIH MUDAH MENYANDARKAN KEPALA” Ia menjelaskan sambil meminta maaf. “NGAK APA-APA KOK” kujawabnya, bagaimana mungkin menolak permintaannya kata diriku dalam hati. Setelah selesai merapihkan bawaannya dia akhirnya duduk dan membuka Elle edisi Australia yang dibawanya, kita pun tenggelam dengan bacaan masing-masing. Ingin rasanya aku menutup handphoneku dan memulai pembicaraan dengannya namun melihat dia begitu asik dengan Ellenya niat itu pun aku urungkan. Kesempatan itu muncul saat pesanan makanan kami tiba, “KAMU SUKA ROTI JUGA?” tanyaku membuka pembicaraan “IYA LUMAYAN BUAT MENAHAN LAPAR SEWAKTU DI PERJALANAN“, OHH YA MAS KENALKAN SAYA VINA” sambil menjulurkan tangannya “BENNY GAK PAKE MAS” sahutku sambil menyambut tangannya “HIHIHI” tawanya renyah “KAMU LUCU JUGA YA, ADA ACARA APA KE BANDUNG?” “LIBURAN AJA KANGEN JALAN-JALAN KEBANDUNG KETEMU TEMAN-TEMAN” jawabku. “VINA SENDIRI ADA ACARA APA KE BANDUNG?” tanyaku, “TUGAS KANTOR” jawabnya singkat tegas sepertinya enggan untuk menceritakan pekerjaannya.

“STAY DIMANA VIN DI BANDUNG” Ia menyebutkan salah satu hotel berbintang di Dago “WADUH KOK SAMA? AKU JUGA DI LANTAI 3 SUATU KEBETULAN”, “OH YAAA?!! SATU LANTAI PULA” ujar Vini yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, selepas kita makan kita tidak lagi berdiam-diam diri obrolan-obrolan mengalir dengan lancar diselingi dengan candaan nakal yang disukainya. sisa perjalanan seperti hanya kita saja yang berada di kereta, tanpa terasa kita tiba distasiun bandung pada pukul 5 sore, kita naik grab taxi sambil terus bercengkrama dengan lebih akrab lagi.

Di hotel kami berpisah, kamarku dikiri lift sementara vina di kanan. masuk ke kamar aku langsung merebahkan diri dan membayangkan vina mengingat kejadian di kereta barusan. sebelumnya saat di taxi aku mengajaknya untuk makan malam atau bisa lebih dari itu karenanya aku tidak menghubungi teman-temanku dan terlelap dengan senyumnya dalam tidurku.

Jam 19.00 aku dikejutkan oleh dering telepon, belum aku tersadar aku mengangkat telepon kamar “Hallo” jawabku dengan suara mengantuk “HALLO BEN MASIH TERTIDUR YA” dengan suara halus diseberang “VINA!! langsung aku bangkit “NGAK APA-APA EMANG NIAT AKU BANGUN JAM SEGINI TAPI LUPA PESAN KE FRONT OFFICE TADI” “KAMU JADI KETEMU SAMA TEMAN-TEMAN KAMU??? “HMMM AKU BELUM SEMPAT CALL MEREKA KARENA KETIDURAN “GIMANA KALAU MALAM INI, AKU GAK JADI DINNER MEETING“, “SAYANGKAN AKU UDAH SIAP-SIAP TAPI GAK KEMANA MANA” dengan suara tertawanya yang khas aku shock mendengarkan ajakannya sampai-sampai tidak tahu harus berkata apa “HALOOO KOK KAMU DIAM AJA???“ OHH MAAF KAGET SOALNYA KAGET, DIAJAK JALAN SAMA KAMU” jawabku “DASAR KAMU KETIBAN AKU BARU TAU RASA, CEPAT SANA MANDI YANG FORMAL YA” menutup telepon.

Tidak usah disuruh dua kali aku pun langsung mandi, keramas berpakaian formal dengan pafrum disemua bagian pakaianku. saat pintu terbuka aku hanya bisa melongo melihat penampilan nya yang cantik “MENGENAKAN JEANS DIATAS LUTUT DENGAN BELAHAN DI PAHA KIRI DEPAN YANG CUKUP TINGGI DAN ATASAN KEMEJA YANG KETAT DITUBUHNYA DENGAN DADA YANG MENONJOL BENAR-BENAR PEMANDANGAN YANG MENYEKAT TENGGOROKAN”. “KOK KAMU DIAM AJA SIH???” tegur vina, menyadarkan aku dengan segera bergegas jalan Setelah puas menyantap soto dan sate ayam dipojok jalan cihampelas kami mmenghabiskan malam disebuah bar dalam cihampelas walk yang agak memojok dengan cahaya lampu yang minim. Aku memesan tequila orange double dengan ekstra es sementara Vini memilih illusion, hentakan musik yg keras membuat kami harus berbicara dengan merapatkan telinga dengan lawan bicara, saat itulah, aku mencium aroma parfum malamnya, ditambah dengan nafas yang menerpa telingaku saat berbicara membuat sensor birahiku menangkap sinyal yang menggetarkan bagian sensitif ditubuhku.

Waktu DJ memainkan lagu yang disukai vina turun dari kursi bergoyang menikmati lagu, sebuah pemandangan yang mengairahkan untukku bergabung dengannya di dance floor berjoget dengan serasi kita bergoyang sampai ketengah dance floor sesekali menyentuh tubuhku aku merasakan getaran-getaran halus dan hangat menjalar diseluruh tubuhku, entah apa yang terjadi aku memberanikan diri dengan memeluk dan mencium lehernya, Seolah mendapat ijin akupun memeluknya lebih erat serta sekilas mengecup lembut bibirnya, setelah itu dialah yang memberikan kecupan kecil di bibirku, benar-benar menjadi malam yang indah.

Sebelum tengah malam kita meninggalkan bar, vina menyandarkan kepalanya di pundakku dan aku tidak menyia-yiakan kesempatan ini. Sekilas kita berpandangan sebentar dan dengan bergetar vina seakan mengerti keinginanku segera saja kubenamkan bibirku di bibirnya, kecupan lembut yang semakin lama berganti dengan pagutan-pagutan birahi tanpa peduli pada sekeliling orang yang berada disekitar kita. dengan menggeliat-geliat, saling memutar dan menghisap, sementara tanganku meraba-raba dadanya dengan lembut, belum sempat bertindak lebih tidak terasa waktu sudah jam 2 malam dan kita akhirnya menuju taxi untuk pulang ke hotel.

Sesampainya di hotel kita bergegas menuju lift dan tanpa kusadarkan di dinding dia langsung mencium leherku “BENNYYY” desahnya keluat dan vina menarikku untuk keluar dari lift dan menuju pintu kamarnya kemudian memagut bibirku dengan bernafsu, lidahnya kembali menggeliat-geliat di mulutku namun lebih liar lagi. Kusandarkan tubuhnya di dinding kamar agar tanganku lebih leluasa, tangan kananku memeluk pinggulnya sementara tangan kiri mulai meremas-remas buah kenikmatannya yang begitu kenyal. Kejantananku membatu, ingin rasanya segera kukeluarkan dari kungkungan celana tapi kutahan, aku ingin menikmati semua ini perlahan-lahan. Kutarik pinggul Vina sambil saling menekan kenikmatan kami beradu-walaupun masih terbungkus-membuat desiran darah kami meningkat dan semakin memanas saat kami menggesek-gesekannya. “AHHH BENN BENNN” desahan vina dan kurasakan lidahnya yang sangat basah melingkar-lingkar di leherku. “EEEHHH AHHHHHH” giliranku mendesah merasakan permainan lidahnya.

Lidahnya semakin turun kedadaku sementara jari-jari lentiknya membuka kancing bajuku satu per satu. Dan.. lidahnya berpindah keputing dadaku, berputar-putar jalang, mengecup, menghisap dan sesekali menggigit-gigit kecil. “TERUS VIN TERUSSSSS” aku memintanya menuruskan kenikmatan yang diberikan mulutnya dan vina semakin liar memainkan mulutnya yang semakin menurun. lidahnya meliuk-liuk di pusar sambil tangannya membuka celanaku. Vina meremas dan menggigit-gigit lembut kejantananku yang masih terbungkus CD dan setelah itu Ia memasukan tangannya kedalam CD dan mengeluarkan milikku yang sudah membatu. Ia menggenggam dan menggosok-gosokkan jempolnya di ujung kepala kejantananku yang sudah basah menimbulkan rasa ngilu yang nikmat..dan..akhirnya..lidahnya berputar-putar disana, “AHHHHHHH AHHH ”desahku tak tertahan manakala lidahnya semakin kencang bergerak dibawah kepala kemaluanku dan diteruskan keseluruh batang dan buah zakar. “ENAK BANGET VINNN AHHHH..” aku meracau tidak karuan memintanya melakukan lebih lagi.

Vina mengerti betul apa yang harus dilakukannya kekepala kejantananku dia mulai menghisap-hisap sambil tetap lidahnya menjilat-jilat, berputar-putar..serangan ganda!! sungguh nikmat!! dan barulah dia menelan semuanya membuat seluruh tubuhku bergetar dilanda kenikmatan. Kuraih kepalanya memasukan seluruh jari-jemariku dirambutnya yang halus dan menggenggamnya, dengan demikian memudahkan aku mengatur gerakan kepalanya. Namun semakin lama genggamanku tidak lagi berguna, karena ritme gerakan kepalanya semakin cepat mengkocok-kocok kemaluanku membuat tubuhku serasa melayang-layang, semakin aku mengerang kenikmatan semakin cepat Vini menggerakan ritme kocokannya. “ENAKKK VINNN LAGII LEBIH CEEPATTT” pintaku diselah-selah erangan yang semakin tidak terkontrol. Dan begitu kurasakan akan meledak segera kutahan dan kutarik kepalanya, aku tidak ingin menyelesaikan kenikmatan ini dimulutnya.

Kuangkat tubuhnya dan kupeluk mesra. “SUKA” bisiknya bertanya “SUKA BANGET KAMU JAGO” jawabku berbisik sekaligus menjilat dan menghisap kupingnya, “OOOHH” vina mendesah dan kupagut leher dan pundaknya serta membuka atasan dan BH 34 nya, dua bukit kenikmatannya yang bulat putih itupun menyembul dengan puting kecil pinkies yang sudah mengeras. Lidahkupun segera beraksi menjilat-jilat putingnya “EEEEEEHHHHHH BENNN” dengan mendesah Vina membusungkan dadanya meminta lebih, kuhisap putingnya “AUUUUUUHHHHHH AHHHHHH” erangannya semakin keras, hisapanku semakin menggila bukan lagi putingnya tapi sebagian buah dadanyapun mulai masuk kedalam mulutku. “AAAAAAHHHH BENNN KAMU GANAS” jeritnya.

Puas melumat buah kenikmatannya gilirin aku yang berlutut sambil melepas roknya, tampaklah CD mini putih menutupi kewanitaannya. Kuelus-elus bagian yang terhimpit paha dengan jari tengahku terasa lembab dan kumasukan dari sisi CDnya sehingga menyentuh daging lembut basah. “BENNNN UUUHHH” kembali erangan birahi keluar dari mulutnya waktu ujung jariku mulai bergerak-gerak di mulut kewanitaannya sementara mulutku sibuk mengecup dan menjilat sebelah dalam paha mulusnya. Beberapa saat kemudian penutup terakhir itu kulepaskan, rambut2 halus tipis menghias kewanitaannya dengan klitoris yang yang menyembul dari belahannya. Kuangkat kaki kirinya meletakan tungkainya di bahu kananku sehingga leluasa aku melihat seluruh bagian kenikmatannya.

“AAHHHHHH BENNNNN” jerit Vina tertahan sambil menjambak rambutku, lidahku bergerak cepat menggeliat-geliat menjilat kewanitaannya yang semakin basah, sementara jariku berputar-putar didalamnya. “SSSSSHHHHHH AHHHH SSSSSHHHHH” desis Vina merasakan hisapanku yang kuat di lubang kenikmatannya. Kubuka bibir kewanitaannya dan menjulurkan lidahku lebih dalam dalam lagi Vina membalas dengan menyorongkannya kemukaku, praktis semua sudah dimulutku, kumiringkan sedikit kepalaku sehingga memudahkan aku “memakan” semua kewanitaannya.”BENNNN STOPPP GAK TAHAN AKUU..” aku tidak memperdulikan keingingannya bahkan semakin menggila tangannya sekuat tenaga menarik rambutku agar mulutku terlepas dari kewanitaannya.

Akupun berdiri mengikuti keinginannya kurebahkan tubuhnya ditempat tidur dan kamipun bergumul saling memagut, menghisap dan meremas-remas bagian-bagian sensitif kami. “SEKARANG BENNNN”pintanya dengan berbisik. Aku merayap naik ketubuhnya, Vins membuka lebar kedua kakinya dan merasakan kepala kejantananku memasuki mulut kewanitaannya, kuhentikan sebatas itu dan mulai menggerakannya keluar masuk dengan perlahan. “OOOOHHH BENNNN ENAKKKK” Vina mulai mengayunkan pinggulnya mengikuti gerakan-gerakanku, sementara mulutku tidak henti-hentinya mengulum buah dadanya.”AHHH TERUSSS BENNNN” pintanya, kutekan batang kemaluanku lebih dalam dan..”SSSSSHHHH” desisku merasakan kenikmatan rongga kewanitaanya yang sempit meremas-remas sekujur batang kemaluanku.”AHHHHHHH PUNYAMU ENAK VINNN” akupun semakin kencang memacu tubuhku membuat Vini semakin merasakan kenikmatan di daerah sensitifnya.

“AHHHHH AHHHHHH AHHHHH” desahnya merasakan gesekan-gesekan batang kejantananku di dinding kemaluannya. Saat kami merasakan nikmatnya kemaluan masing-masing, tak henti-hentinya kami saling menghisap, memagut bahkan mengigit dengan liarnya dan tubuh Vina mengejang dan tangan serta kakinya memeluk tubuhku dengan kencang “OUUUUUHHH OHHHH AKU MAU KELUAR BENNN” sesaat kurasakan denyut-denyut di kewanitaannya vinna, “MAAF BENN AKU UDAH GAK TAHAN ABIS UDAH LAMA NGAK” bisiknya, aku masih diatasnya dengan kemaluan yang masih terbenam didalam kewanitaannya. “NGAK APA APA VINNN CEWEK KAN MULTI ORGASM, MASIH ADA TIMMING LAINYA KOK” jawabku menggoda. “EMANGNYA KUAT?” tantangnya. “LIAT AJA NANTI” membalas tantangannya, “IHH ITU SIH DOYAAANN..” seru Vina manja sambil mencubit pinggangku. Kubalas cubitannya dengan memagut lehernya dan menjilat telinganya sementara pinggulku mulai berputar-putar perlahan “OOOUUUHHH” kupagut bibirnya, lidah kamipun saling bertaut, meliuk dengan panasnya. Birahi kamipun kembali membara, tekanan pinggulku dibalasnya dengan putaran pinggulnya membuatku melayang-layang, “AHHHH OUUUHHH” desahanpun tak tertahan keluar keluar dari mulutku. Dengan bahasa tubuh Vina mengajak pindah posisi, Ia diatas memegang kendali.

Vina menekan kewanitaanya dalam-dalam-sehingga kejantananku menyentuh ujung lorong kenikmatannya-dan mengayunkan pinggulnya mundur-maju, Semakin lama ayunannya semakin cepat, tak kuasa aku menahan hentakan-hentakan kenikmatan yang keluar dari seluruh sendi-sendi tubuhku, “..TERUSSS VINNN AHHH AHHH LAGIIII OHHHH AHHH PUNYA KAMU ENAK” rintihku, tidak perlu jawabanya dengan di topang tangannya Vina membungkuk tambah mempercepat ayunannya. Buah dadanya yang indah berayun-ayun, kuremas-remas dan yang lainnya kulumat dengan rakus. “OOOOUCHHHH BENNNN” jerit Vina sambil merendahkan tubuhnya memudahkan aku melumat buah dadanya membuat ayunan pinggulnya semakin tidak terkendali, tidak berapa lama kemudian tubuhnya kembali mengejang, Vina menekan dalam-dalam kewanitaannya menelan seluruh batang kenikmatanku “BENNN MAU KELUAR LAGI” dan cairan vina membasahi kejantananku.

Vina rebahan diatasku bagai tak bertulang hanya desah napasnya menerpa dadaku. Beberapa menit kemudian suaranya memecah kesunyian “PUNYA KAMU KERAS BENN BELUM KELUAR??“ aku tidak ingin kenikmatan ini cepat berakhir bisiku sambil mengecup pipinya,“MMMMMMMMMM” Vina bergumam sambil mengigit mesra leherku lalu mengecup bibirku. Hanya beberapa saat, gigitan dan kecupan mesra itu kembali menjadi pagutan birahi. Kamar itupun kembali dipenuhi suara-suara erangan dan desahan kenikmatan duniawi, kejantananku yang masih berada didalam kewanitaanya, sambil mendorong tubuh vina kita berada dalam posisi duduk dengan tanganku memeluk punggungnya dan meremas buah pantatnya yang bulat padat. Gerakan-gerakan pinggulnya membuat rongga kenikmatannya seakan melumat seluruh batang kejantananku, “AHHHH BENNNN ENAKKKK AHHHH” Kubalas gerakannya dengan menggoyang-goyangkan pinggulku sambil kuhisap putingnya dalam-dalam “BENNNNNN AHHHHHHHHH”

Kurasakan gerakan tubuh Vina semakin menggila dan bibirnya semakin mengganas memagut bahkan menggigit bibir, telinga dan leherku. Akupun tidak sanggup lagi menahan kenikmatan yang diberikan oleh Vina kurebahkan tubuhnya dan segera menindihnya, kakinya melingkar di pinggulku dan kita kembali mendaki puncak kenikmatan. Batang kejantananku tak henti-henti menikam-nikam lubang kenikmatan Vina dengan keras, dia tidak tinggal diam, diputar-putar pinggulnya seirama tikaman-tikamanku “AHHHHH VINNNNNNNNN” dengan merintih-rintih desahanku kita tenggelam dalam gelimang birahi yang memuncak “VINN MAU KELUAR” kurasakan kejantanku bertambah besar “YESSSS AKU MAU KELUAR JUGA” kami berpelukan dengan kuatnya dan secara bersamaan mengejang “AHHHHHHHHHHHH”pekikku, kutekan dalam-dalam kejantananku dan cairan kenikmatanku pun menyembur keluar membasahi relung-relung kewanitaannya, “OUUUHHHHHHH” Kita pun terkapar lemas, Setelah malam panjang yang indah itu kami tak henti-hentinya mengulangi lagi di hari-hari berikutnya, bukan hanya di tempat tidur, tapi semua sudut dikamar hotel itu bahkan kamar mandipun menjadi saksi bisu birahi kami, Bandung kembali memberi coretan khusus dalam hidupku membuat keterikatanku semakin besar yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup.

About CeritaDewasas

Check Also

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak –  Kan senin hari libur!” Boleh juga pikirku. “Ok!” jawabku setuju. Jumat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Poker 88 Online
PokerRolex