Home / Nonton Bokep Streaming / Menikmati Seks Dengan Tante Jenny Yang Sangat Seksi

Menikmati Seks Dengan Tante Jenny Yang Sangat Seksi

Cerita ini tak pernah bisa aku lupakan sama sekali, Suatu hari cutiku di Bandung, aku menyempatkan diri untuk fitness, menjaga kondisi tubuhku, Aku kerja di Jakarta, di sebuah event organizer ternama, Hampir setiap dua hari sekali sehabis pulang kerja aku fitness di sebuah hotel, dengan peralatan fitness yang lengkap. Maklum, pekerjaanku membutuhkan vitalitas tinggi, Maka walaupun libur di Bandung, atau tepatnya pulang ke kampung halaman, aku tidak pernah melewatkan olahragaku yang satu ini namaku Rey Usiaku 28 tahun, dan belum menikah, Tentunya hal ini merupakan keuntunganku untuk bisa menikmati masa bujang lebih lama, having fun dan get a life!!

Sebenarnya tujuan fitnessku semula iseng, ingin melihat wanita-wanita sexy berpakaian ketat (Sport-bra), tapi akhirnya terasa manfaatnya, otot perutku rata, bisep dan trisepku terbentuk, hingga membuatku percaya diri. Tapi tentunya kegiatanku ngeceng wanita berpakaian sexy tidak pernah kulewatkan.,Sambil menyelam minum air hehehe, Okeee okee akhirnya kupilih sebuah hotel di bilangan Asia Afrika. Aku membiasakan tidak langsung pulang ke rumahku, Satu hari cutiku, kumanfaatkan untuk menikmati Bandung sendirian, daripada dengan orang-orang rumah. Orang tuaku termasuk old fashion, yang penuh dengan aturan ketat, walaupun ku sadar hal itulah yang dapat membuatku hidup mandiri. Hari itu masih sore sekitar pukul 16. 30, Setelah aku cek in dan beristirahat sebentar, kumanfaatkan fasilitas fitness gratisku, Aku mulai mengganti bajuku dengan celana pendek dan tshirt tanpa lengan.

 

 

 

Ketika aku memasuki ruang fitness, aku melihat sekeliling, masih agak kosong. Hanya ada beberapa pria di beberapa alat, Hmm, this is not my lucky day, pikirku sambil berjalan menuju sepeda statis. Ku kayuh sepeda itu sekitar lima menit dan beralih ke beberapa alat lainnya. Sepuluh menit menjelang pukul lima sore, satu, dua wanita masuk. Ok, this isnt my unlucky day after all. Aku makin semangat menarik beban. Diikuti beberapa wanita lainnya, yang tentunya berpakain senam, warna-warni, ada yang memakai celana panjang cutbray dan kaos ketat, short pants dan atasan model sport bra, menambah indahnya pemandangan tempat fitness tersebut. Beberapa di antara mereka ada yang duduk, ada yang ngobrol, cekikikan, dan mencoba beberapa alat. Oh, mungkin mereka mau beraerobic, pikirku. Betul saja ketika seorang wanita berpakaian seperti mereka masuk dan menotak-atik tape compo, dan terdengarlah suara musik house dengan tempo cepat, Masingmasing mereka menyusun barisan dan mulai bergerak mengikuti instruktur, Gerakan demi gerakan mereka ikuti. Masih pemanasan.

Tiba-tiba seorang wanita masuk, sangat cantik dibanding mereka, tinggi 170 kirakira, rambut panjang diikat buntut kuda, memakai pakaian senam bahan lycra mengkilat warna krem dengan model tank top dan g-string di pantatnya. Bongkahan pantatnya tertutup lycra ketat warna krem lebih muda, sehingga menyerupai warna kulit tangannya yang kuning langsat hingga kaki yang tertutup kaos kaki dan sepatu. Woow, sangat seksi. Tak sengaja kulihat bagian dadanya karena handuk yang menggantung di pundak ditaruhnya dikursi dekat dengan alat yang kupakai. Tonjolan putingnya terlihat jelas sekali, menghiasi tonjolan indah yang kirakira 36B ukurannya, Sedikit melirik ke arahku lalu akhirnya mencari barisan yang masih kosong dan mengikuti gerakan instruktur. Dadaku berdegup kencang pada saat dia melirik walaupun hanya sedetik. Gerakan demi gerakan instruktur diikutinya, mulai dari gerakan pemanasan hingga gerakan cepat melompat-lompat sehingga bongkahan payudaranya bergerak turun naik, Batangku mulai membengkak seiring dengan lincahnya gerakan si dia. Mataku terus tertuju pada si dia. Posisiku kebetulan sekali membentuk 45 derajat dari samping kirinya agak ke belakang. Hmm betapa beruntungnya diriku. Hingga akhirnya dia melakukan gerakan pendinginan. Keringat membasahi bajunya, tercetak jelas di punggung dan dadanya, sehingga tonjolan puting itu terlihat jelas sekali, ketika dia memutar badan ke kiri dan ke kanan.

Hingga akhirnya aku dibuat malu. Ketika aku memperhatikan dia, dia pun memperhatikanku lewat pantulan kaca cermin yang berada di depannya ketika aku mengalihkan pandangang ke kaca. Dia tersenyum kepadaku lewat pantulan cermin. Entah berapa lama dia memandangku sebelum aku sadar dipandangi. Aku langsung memalingkan muka dan beranjak dari alat yang kupakai, Aku segera berganti pakaian untuk berenang, Segera kuceburkan diri untuk mendinginkan otak. Dua atau tiga balikan kucoba berganti gaya hingga akhirnya balikan ke empat gaya punggung, kepalaku menabrak seseorang dan terjatuh menyelam ke air. Samasama kita berbalik dan setelah berbalik ku sadar yang ku tabrak adalah pantatnya si dia yang telah berganti pakaian renang, potongan high cut di pinggul dengan warna floral biru yang seksi, Kini tonjolan putingnya tersembunyi dibalik cup baju renangnya, membuatku sedikit kecewa.

“Eh, maaf Mbak, nggak kelihatan, habis gaya punggung sih” kataku meminta maaf “Nggak kok Mas, aku yang salah, nggak lihat jalur orang berenang”, jawabnya sambil mengusap muka dan rambutnya ke belakang. Si dia tersenyum kembali ke arahku, sambil lirikan matanya menyapu dari muka hingga bagian pusarku “Kenalan dong, aku Rey” kataku sambil menyodorkan tangan.
Dijabatnya tanganku sambil berkataLinda, lengkapnya Jenny jawabnya, Kita menepi ke bibir kolam, sambil mencelupkan diri se batas leher masing-masing, Kami duduk bersampingan, “Baru disini Mas?” jenny mulai lagi membuka pembicaraan, “Iya, tapi jangan panggil Mas, Rey aja cukup kok” Aku asli Bandung tapi Aku kerja di Jakarta, Kamu jen?” ku balik bertanya, Aku asli Bandung juga, kerja di bank BCA, Deket sini kok, seberangan, Aku biasa aerobic dan renang disini, duahari sekali, yang ada jadwal aerobicnya saja.

Pembicaraan kami berkembang dari hal kerjaan mengarah ke hal-hal yang lebih pribadi. Jenny baru cerai dengan suaminya, kirakira dua minggu yang lalu “Jenn, balapan yuk ke seberang, gaya bebas” ajakku “Hayo, .. siapa takut?” jawabnya. kita berdua berlomba sampai sebrang. Aku sedikit curang dengan mendorong bahunya ke belakang sehingga Jennny sedikit tertinggal. Pada saat aku duluan di seberang, Rey, kamu curang, kamu curang, rengeknya sambil memukul-mukul tanganku, Aku tertawa-tawa dan bergerak mundur menjauhi jenny Dia mengejarku, sampai akhirnya BYUUURRRR.. aku terjatuh kebelakang, Kakiku menyenggol kakiknya hingga diapun terjatuh dan kami berdua tidak sengaja berpelukan, Dadanya yang empuk menyentuh dadaku, membuat batangku kembali membengkak, Ketika samasama berdiri, kami masih berpelukan walau agak renggang.

Kami saling pandang, kemudian Jenny memelukku kembali, Kesempatan ini tidak ku siasiakan dengan balas memeluknya, Udara Bandung yang dingin pada sore yang beranjak malam tersebut, menambah kuatnya pelukan kita Batangku yang sedari tadi mengeras menyentuh perut bagian bawahnya Jenny, atau tepatnya diatas kemaluan Jenny sedikit. Pantat Jenny bergerak mendorong, hingga batangku geli terjepit antara perut Jenny dan perutku, Berulang-ulang Jenny melakukan itu, sehingga darahku berdesir “EEEEMMMMMMMMMMM”, jenny bergumam. Sadar aku berada di tempat umum, walaupun kolam renang agak sepi, hanya ada tiga orang selain kita, membuatku agak sedikit melepaskan pelukan walau sayang untuk dilakukan “Jen, mending kita sauna yuk! ajakku menetralkan suasana, Jenny terlihat agak kecewa dengan sikapku yang sengaja kulakukan, “Oke!” jawabnya singkat.

Kita berdua mengambil handuk di kursi pinggir kolam, dan berjalan bersamaan, menuju ruang sauna yang tak jauh dari kolam renang, Terbayang apa yang dilakukan Jenny saat di kolam, membuatku menerawang jauh menyusun rencana dengan jenny selanjutnya. Kosong.., kataku dalam hati melihat ruang sauna. Kami berdua masuk, dan aku sengaja mengambil tempat duduk dekat pintu, sehingga orang lain tidak dapat melihat kami beruda lewat jendela kecil pintu sauna. “JENNN….”, belum sempat aku bicara, Jenny menciumku di bibir. Bibir kita saling berpagut melakukan french kiss, Penetrasi lidah jenny di mulutku, menunjukkan dia sangat berpengalaman, Tangan jenny memegang dadaku, kemudian mengusap menyusuri perut hingga sampai pada batangku yang sudah berdiri dari tadi, jennny meremas batangku yang masih terbungkus celana renang, sementara kuremas dua gunung montok, Betapa kenyal dan kencang sekali payudaranya.

Temperatur ruang sauna menambah panasnya hawa disana, Kubalik Jenny membelakangiku. Kuciumi tengkuknya, dan ku remas payudaranya. “EMMMHHHH…… REYYY.. AHHHH”, jenny melenguh. Ku susupkan tanganku ke payudaranya, dari celah baju renangnya, Ku pilih putingnya, dan membuat jenny sedikit menjerit, dan menggelinjang, Untungnya ruangan sauna kedap suara, “REY, aku butuh kamu…..malam ini saja.. AHHHHHHH”, Jenny berbisik di telingaku, sambil masih kumainkan putingnya, “Lanjutkan di kamarku yuk!” ajakku, Punggung jenny menjauhi badanku dan berbalik.
“Kamu cek in di sini?” tanyanya dengan muka sedikit gembira, Bukannya kamu….. Ya sayang.., sambil akhirnya kutempatkan jari telunjukku di mulutnya. Akhirnya kujelaskan alasanku.

kita kelaur dari sauna, dan jenny ke ruang ganti. Begitupun diriku. Setelah siap, jenny membawa tasnya dan kita berjalan bersamaan. Kita berjalan dengan memeluk pinggang masing-masing seperti sepasang kekasih yang sudah lama pacaran dan kita ke kamarku di 304, Setelah masuk, pintu ditutup, dan langsung kita tiduran di ranjang. Untung ku pilih tempat tidur sharing. jenny masih memakai seragam BCA nya lengkap dengan blazer, sepatu hak tinggi dan stocking hitam menggoda. Seksi sekali! di bawah sementara aku diatasnya menciumi bibir, dan lehernya jenny,aku buka blazer dan blouse yang tipis terlihat jelas puting berwarna coklat menerawang, sengaja tidak memakai bra pikirku,Kubuka kancingnya satu persatu, kujilati dadanya menyapu dua bukit kembarnya yang mengencang. Rambutku diusapnya sambil dia melenguh dan memanggil namaku berkalikali. Sesekali kugigit putingnya, Roknya kusingkapkan, ternyata dibalik stocking hitamnya itu, Jenny gak pake CD lagi. Ku jilat kemaluan jenny yang terhlang stocking dan basahan bibirku tercetak jelas di pantyhousenya jenny,mecarau dan menggelinjang,Ku gigit sobek bagian yang menutupi vaginanya yang basah, perlahan kuhisap vagina merahnya cari dan kumainkan lidahku di sana.

“Jeenny mengelinjang hebat pada orgasme pertamanya “AHHHHH REYYYYYYYYY AAAAAAAAAAAAHHHHHHH” jenny sedikit berteriak tertahan, “Makasih sayang OHHHH ENAAAAKKKK”
Pokoknya ganti stocking ku mahal nih” Jennny merengek, okeee tapi puaskan aku dulu jen” jawabku sambil rebahan di ranjang. Jenny kemudian berbalik dan berada di atasku,Blouse terbuka yang masih menempel itu disingkirkannya. hingga terlihat lah dua bukit menggantung di atasku, Jenny kembali menciumiku, lidahnya menjilat dadaku dan putingku sekali digigitnya, membuatku juga menggelinjang kegelian. Kemudian lidahnya menyapu perutku hingga sampai ke batang penisku yang tegak. jenny juga menggocoknya dengan rasa hangat dan mulai lidahnya menyapu seluruh permukaan penisku,Seluruh batang penisku terbenam keluar masuk di mulut jenny “OOHHHHH” aku pun tak luput meracau. Hampir terasa puncakku tercapai, ku dorong Jenny menjauhi penisku, aku bangun dan berlutut di belakang jenny, “Masukkin Rey please, OHHH ARRRRRRRRRRRRRRRRRRRHHH REY dengan masuknya batang penisku sedikit-demi sedikit lewat celah stocking yang kugigit tadi, Bless…Pantat jenny bergerak maju mundur, demikian juga pantatku, saling berlawanan, “Oh.. ooh.. ahh.. ahh.. God, .. fuck me harder….. AAAAHHHHHH REY”, begitulah kalimat tak beraturan meluncur dari mulut jenny bersamaan dengan semakin capatnya gerakanku, Ku remas-remas bongkahan pantat seksinya jenny menjilati jari-jarinya sendiri, “Mmhh.. Aaahh.. MMMMHHHHH” yang membuatku semakin bernafsu untuk menggenjotnya”

Kemudian kita berganti posisi,  Aku berbaring dan jenny berada di atasku jenny mengambil ancang-ancang untuk memasukkan penisku ke dalam vagina basahnya. jenny  terlebih dahulu mengusapusapkan penisku di bibir vaginanya, Aku makin kelojotan dengan perlakuan jenny. Centi demi centi penisku dilahap vagina jenny Blessh…… lengkap sudah penisku dilahap vaginanya.
Jenny bergerak turun naik beraturan. Payudaranya bergoyang turun naik pula. Pemandangan indah terebut tidak kulewatkan saat badanku bangun, dan wajahku menghampiri payudaranya. Kuremas dua gunung kembar yang begoyang mengikuti irama siempunya. Kujilati dan kusedot bergantian, “Errgh.. ERRRRGGGHHHHH.. AHHHHH”, jenny mendesah tanda menikmati genjotannya sendiri, Kini kutarik tubuh jenny sehingga ikut berbaring di atas tubuhku. Ku mulai menggenjot pantatku dari bawah, jenny teridam dan menengadahkan kepalanya, dan sesaat kemudian jenny berteriak meracau, Arrgghh.. OOOHHH…. aah.. enakkhh.. aahh.. OHHHHHH” serunya, Kuyakin posisi seperti ini membuatnya merasakan sensasi yang tiada duanya.

10 menit dengan posisi seperti itu, Jenny mengejang, dan berteriak panjang, “AARRGHH.. Shit.. Uuuhh.. Rey.. AAAHHHHH”.., tanda dia mencapai orgasme, Terlepas penisku dari vaginanya tatkala jenny ambruk di sisiku, jennny ngosngosan kecapean, Kini giliranku untuk mendapatkan kepuasan dari jenny, Kubalik tubuh penuh keringat yang mengkilat terkena cahaya lampu. Sungguh seksi sekali dia saat itu, Kubuka kedua kakiknya, dan ku lucuti stocking hitam yang masih menempel di kakinya yang mulus, Terlihat indah kaki nan putih mulus dari pantat hingga betis, Kujilati lubang anus jenny, dan membuat dia sedikit mengangkat pantatnya keatas, “Please.. REY.. not now.. Give me a break.. OHHHH”, ratapnya ketika mendapat perlakuanku. Aku tak mempedulikan ratapannya, Justru aku semakin gila dengan perlakuanku, menjilati lubang anusnya dan membuat penetrasi di lubangnya dengan lidahku,. Hingga akhirnya kuputuskan untuk mensodomi Jenny, karena kulihat lubang anus jenny agak sedikit besar dibanding orang yang belum pernah disodomi, Jennn, siap ya.., kataku sambil mengusapkan ludahku di penis yang masih berdiri tegak, “Apaaaaaa, mau apa rey….. AHHHHHH Jangan.. AHHHHH”, belum selesai jenny bicara, aku telah menancapkan penisku di anusnya, begitu hangat, sempit dan lembut Kutarik kembali perlahan kumasukkan lagi, Iramanya ku percapat Jenny pasrah, dan meracau tak karuan… “EEEEHHHH gimana eh.. enak.. jennn??” sambil menggenjot pantat jennyyang sexy, “OHHHHHH BABY…enak AHHHH.. Cmon.. harder baby…” jawabnya.

15 menit aku memompa batang penisku tak terasa cairan sperma sudah ada di ujung kepala penisku. Buruburu kutarik keluar penisku, dan kubalik Jenny menghadapku, kukocok spermaku dan memuncrat di muka Jenny yang sedang tidak siap menerima spermaku dimuknya sambil mengelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan membasahi rambut dan pipinya ya mulutnya terbuka, dan sisa semprotan spermaku masuk di mulutnya, setelah spermaku habis dia menghisap penisku, aku merasakan geli namun enak semakin menikmati sisa orgasme “Jenny sayang AHHHHH…, kataku sesaat setelah roboh ke samping Jenny. “Curang lagi kamu Rey,Tau gitu ku minum semuanya, kasih tau kek kalau mau muncrat dimukaku” dengan cemberut jenny menjawabku
Aku hanya tersenyum. Tak terasa kami bercinta cukup lama, hingga jam 10 malam. Akhirnya Jenny memutuskan untuk bermalam di kamarku kita melakukanya lagi beberapa kali hingga pagi tiba, Jenny memang libur di hari sabtu dan itulah yang membuat kita berpacaran sampai setahun ini.

About CeritaDewasas

Check Also

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak

Kenikmatan Bercinta Di Villa Puncak –  Kan senin hari libur!” Boleh juga pikirku. “Ok!” jawabku setuju. Jumat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Poker 88 Online
PokerRolex