Home / Selingkuh / Ngentot Dengan Dosen Kuliah

Ngentot Dengan Dosen Kuliah

Cerita ini terjadi semasih masa kuliah, dia mengajar kuliah bahasa inggris sewaktu aku kuliah di universitas keinginanku. namaku randy sekarang aku tinggal di bali dengan fasilitas yang sangat baik. aku cukup beruntung bisa berkerja sambil kuliah sehingga aku mempuyai penghasilan tinggi, berawal dari pertemuan dengan dosen bahasa inggrisku ketika aku masuk kelas bahasa inggris. selesai kelas bu dosen memberikan tugas untuk menulis makalah tentang berbagai negara yang  menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa resmi. ketika itu aku menayakan tugas itu lebih lanjut secara spesifik, kita mengobrol dengan akrabnya teryata ibu dosen rara masih segar bugar dan sangat menggairahkan karena kita tidak terpaut umur yang jauh dia berusia 29 tahun sementara aku berusia 19 tahun. penampilannya sangat mengagumkan dengan celana panjang dan blouse putih, cukup lama aku ngobrol dengan bu rara dan sepertinya kita tidak sadar waktu berjalan begitu cepat sehingga kelas yang lain akan dimulai.

Selesai dari kelas saya pergi ke tempat makan yang berada tepat diseberang kampus dan kudapati bu rara sedang asyik makan sendirian disana, awalnya aku tidak ingin terlihat ingin makan siang juga disitu tetapi bu rara melihatku dan memanggil “RANDY, KAMU PESAN APA?, SINI GABUNG DUDUK DISINI” suasana yang tidak ramai apalagi aku duduk sebelah ibu rara membuat jantungku berdebar-debar, sehabis makan siang aku izin permisi untuk pulang dan bu rara menayakan dimana rumahmu ran, dan rupanya itu satu arah dengan jalanku pulang, sebagai mahasiswa tahun pertama yang polos aku menawarkannya untuk pulang bareng bersamaku karena kita satu arah “SEBAIKNYA BU DOSEN SAYA ANTAR SAJA DENGAN MOBIL SAYA” dengan harapanku mendapatkan nilai A karena kebaikanku ini, bu rara sama sekali tidak menyangka aku berharap seperti itu dan kita pun akhirnya pulang bersama-sama.

 

 

Tanpa sengaja diperjalanan bu rara mendapati majalah popular yang berada di jok belakang mobilku, “KAMU SUKA BACA MAJALAH BEGITUAN YA,RAN?” dengan agak panik aku menjawab iya bu tapi ga lebih kok cuma mau liat-liat aja dimajalah itukan ga ada foto-foto cewe telanjang hehehe dan keadaan berkata lain tiba-tiba bu rara tertawa dan aku pun juga ikut tertawa “MEMANGNYA KAMU MASIH PERJAKA YA?, UDAH PERNAH PUNYA PACARAN” dengan apa adanya aku menjawab “IYA BU TERAKHIR AKU PACARAN WAKTU KELAS DUA SMA DULU, DAN ITUPUN AKU GA NGAPA-NGAPAIN CIUMAN PALING CUMAN CIUMAN” bu rara pun terdiam mendengar kata-kataku dan setiba di dekat rumahnya dia menyuruhku untuk mengantarkan sampai kedepan rumahnya, aku berhenti sejenak dan teryata bu rara lupa konci rumahnya tertinggal di tempat makan seberang kampus tadi, dengan kebaikan dan kepolosanku aku mencoba meyakinkan dia untuk membantunya mengambil konci yang tertinggal itu, walaupun awalnya dia menolak.

OHH alangkah senangnya aku ini, walaupun udah jomblo bertahun-tahun akhirnya aku bisa satu mobil dengan wanita, aku tidak peduli dengan usianya karena faktanya kelas ibu rara tadi banyak cowok-cowok yang duduk didepan seperti sengaja untuk lebih dekat melihatnya sewaktu di kelas dan sesampainya di tempat makan aku sendiri yang pergi mengambil konci itu karena aku takut kalau ada mahasiswa lain yang melihat kami berdua bersama, setelah selesai mengambil konci aku bergegas untuk mengantarkannya pulang setengah jam kemudian kita sampai di rumah bu rara “MAKASIH BANYAK YA RANDY UDAH DIBUAT REPOT HARI INI” kepada ku dan aku menjawab “IYA SAMA SAMA BU KAN KITA SATU ARAH”, saat bu rara bergegas untuk keluar dari mobil aku bertanya kepadanya “BU RARA TINGGAL SENDIRI DISINI?” dan dia menjawab “IYA SAYA TINGGAL SENDIRI DISINI, INI RUMAH LAMA SAYA DAN KELUARGA DAN SEKARANG MEREKA TINGGAL DI DAERAH GATSU” dan aku kembali menayakan “IBU TINGGAL SENDIRI DISINI?” bu rara terdiam saja dengan jawabanku dan dengan rasa tidak enak aku pun memohon pamit untuk pulang kerumahku. sebelum aku menginjak gas bu rara mengucapkan terimakasih dan mengatakan kalau ada waktu untuk main-main kerumahnya dengan senangnya aku pulang kerumah karena meskipun kita baru bertemu hari ini di kelas bahasa inggris tetapi ini jadi pertanda baik untuk aku mendapat nilai bagus darinya.

Waktu berlalu begitu cepat tak terasa seminggu sudah berlalu dan kini aku kembali hadir lagi di kelasnya dan kebetulan aku lupa mengerjakan tugas makalah darinya, bubaran kelas dengan polosnya aku menghampirinya dan mengatakan aku lupa mengerjakan tugasnya dan dia bilang kepadaku “JADI KAMU ANTERIN IBU KEMARIN SUPAYA HARI INI KAMU GAK NGUMPULIN MAKALAH???” aku terdiam dan tak tau harus beralasan apa yg ada di pikiranku aja kukatakan padanya “MAAF BU, BUKAN ADA MAKSUD KEMARIN, MINGGU-MINGGU INI MEMANG AKU SANGAT SIBUK KARENA KERJAAN MEMBANTU USAHA ORANG TUA, HARI INI PUN BISA AKU ANTERIN PULANG KERUMAH” dengan harapan aku bisa mengerjakan tugas makalah itu di sore hari dan mengirimkannya lewat email dan  teryata jawaban bu rara bena2 membuatku terkejut “YUK ANTERIN IBU PULANG TAPI KALI INI GAK LANGSUNG KERUMAH TAPI SEBENTAR MAMPIR KE KAMPUS LAIN UNTUK AMBIL MAKALAH MAHASISWA KAMPUS LAIN” dan akhirnya kita bersama-sama menuju kampus dimana bu rara juga menjadi dosen dikampus itu.

Tidak lama setelah aku menunggu di halaman parkir kampus itu bu rara datang dengan membawa banyak makalah untuk dibawa kerumah dan aku turun dari mobil untuk membantunya “OHH TERIMA KASIH RANDY, KAMU BAIK BANGET DARI MINGGU KEMARIN” katanya kepadaku, dan sekarang kita mengarah jalan untuk pulang kerumahnya, sesampainya dirumah aku diajak mampir untuk masuk kerumahnya karena hari ini aku tidak harus datang untuk mebantu orangtuaku ditempat usaha mereka, aku bersedia mampir dan meminta izin untuk mengerjakan tugasku dirumahnya. alangkah senangnya aku ini, lalu akupun mengerjakan tugas makalahku dirumahnya sementara dia bergegas untuk masuk kedalam kamar, sekitar 45 menit kemudian dia datang dan kagetnya aku dibuatnya dia mengenakan celana pendek dengan tank top dan duduk melihat aku mengerjakan tugas bahasa inggris darinya.

Aku berdiskusi bagimana cara membuat makalah dengan baik dan dia mengarahkanku tanpa kusadari aku menanyakan hal ini padanya “BU RARA TINGGAL SENDIRIAN DISINI?” tanyaku dan dia menjawabku “IYAA IBU UDAH LAMA TINGGAL DISINI SEKITAR DUA TAHUNAN, TAHUN PERTAMA BERSAMA SUAMI SEMENTARA TAHUN INI DIA BEKERJA DI MALAYSIA DAN AKAN PULANG PADA BULAN NOVEMBER NANTI” aku terdiam dengan peryataan nya, teryata dia sudah berbulan-bulan tinggal sendiri disini dan ini keadaan yang tidak bubayangkan saat mengantarnya pulang kerumah ini. dia membuatkanku minuman dan tanpa sengaja aku menumpakan minuman itu saat dia meletakan di meja dekat laptopku, minuman tumpahan itu mengenai celana pendeknya dan aku bergegas untuk mengambil tisu supaya dia bisa mengelapa tumpahan minuman itu.

Reflek yang terburu-buru membuatku beruntung karena saat aku memberikan tisu itu aku tanpa sengaja menyentuh pagian dadanya yang sedang membungkuk mengelap pahanya dengan tank top yang dikenankanya, sejenak ku pikir dia akan marah tetapi malah membalas dengan megatakan “KALAU KAMU MENYENTUH BAGIAN ITU, NANTI SAJA KALAU KAMU SUDAH MENYELESAIKAN MAKALAHMU” dan dengan terkejut aku mengatakan ini padanya “MAKALAHNYA UDAH SELESAI KOK, TINGGAL TAMBHIN FOOTNOTENYA AJA HEHE” kurangkul pinggang bu rara lalu dengan cepat dia menciumku benar-benar kejadian yang tak aku duga dia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang cowok. dengan sengaja aku menyusuri lehernya yang wangi karena dia baru saja selesai mandi, bu rara terengah sehingga dia membali menciumku dan kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. bu rara memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang. Lalu akumembukakan bajunya,kutatap dengan penuh hasrat. ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam yang modelnya amat sexy.

Karena tidak sabar maka kucium bagian lengannya dan kini bu rara hanya mengenakan BH dan celana pendek, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju sehingga badanku yang tegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu Shinta, “RANDY TUTUP DULU DONG PINTUNYA”, bisiknya dengan suara agak bergetar, yang mungkin karena menahan birahinya. anpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu rara, aku memeluknya dan meremas pantatnya WOOOW, betapa mulus dan semoknya dengan celana dalam warna hitam yang amat minim. Sambil mencium lehernya tanganku menelusup di bagian pantatnya, meremas-remas pantatnya sambil lidahku mengendus lehernya. bu rara menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di daerah dadanya.

“MAU APA SIH KAMU”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat. “OHHH… OHH..OHH..”, desis Ibu rara keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di daerah lehernya kenikmatannya. Serangan pun kutingkatkan kubuka celana pendek dan celana dalamnya, Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat, lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu rara makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. “AAAHH… KAMU PINTAR BANGET,BELAJAR DARI MANA…”

Tanpa sungkan-sungkan bu rara menyentuh rambutku, mengelus-elus beberapa saat meski masih polos aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya, lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak, semula Ibu Shinta seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan, mulutku seperti melekat di mulutnya “UH KATANYA MASIH PERJAKA TAUNYA SEPERTI PUNYA PENGALAMAN KAMU, SAMA SIAPA? PACARMU?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar, aku tak menjawab, tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu, biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas kini dia telanjang dada kini dia telanjang bulat, betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.

“GAK ADIL KAMU JUGA HARUS TELANJANG” Ibu rara pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku, batang kemaluanku yang tegak penuh segera digenggamnya, tanpa dikomando kkits pergi ke kamar dan berguling-guling, saling menindih, aku menunduk ke payudaranya, mencari kenikmatan miliknya di kedua puting miliknya tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar, bu rara mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.

“GANTIAN DONG” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya menghisap dengan penuh gairah tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan kulihat selangkangannya yang mulai basah, aku tahu, bu rara sudah kepengin disetubuhi namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri. lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot vaginanya pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya, ketika mulai menembus daerah kenikmatannya, kurasakan tubuh bu rara agak gemetar. “OHHH…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke vaginanya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya, aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.

ENAM menit setelah kugenjot, bu rara menjepitkan kedua kakinya ke pantatku Pinggulnya dinaikkan tampaknya dia akan orgasme, genjotan batang kemaluanku kutingkatkan. “OOOH… AHHH… HMMM… SSSSHHHH…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat, kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat, aku terus menggenjot dan menggoyang tubuhnya bu rara kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya, aku kembali menghisap payudaranya yang menggemaskan bu rara tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat, payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku, mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku. “OHH BU RARA, AKU MAU KELUAR..” Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya dan bu rara kemudian menyusul mencapai klimaks, kita berpelukan erat kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu.

Kita berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi, seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kita rasakan, setelah itu kami bangun di malam hari kita pergi mencari makan malam dan bercakap-cakap di tempat makan namun bu rara harus memeriksa tugas makalah dari mahasiswanya dan aku kembali mengantarkan dia ke rumahnya dengan mobilku. di depan rumahnya kita beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya bu rara mengangkat kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya, nafas Ibu rara makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya, celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang. “UUUUHHH.. AHHHH..”, bu rara menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa pakaianya, dengan posisi yang menantang di jok depan BH merah dan celana dalam merah aku menciumi dadanya yang besar dan masih terbungkus dengan BHnya yang sexy berganti-gantidari kiri dan kanan bu rara mengelus bagian belakang kepalaku dan desahanya yang membuatku makin tidak sabar “OOOOHHH HHHHHHH” bu rara mengangkat badanya ketika lidahku menyelinap di bagian dadanya, lidahku bergerak dari atas kebawah yang membuat tubuh Ibu rara terhentak namun secara tiba-tiba dia menghentikan diriku dan mengatakan dia harus memeriksa makalah dari mahasiswanya.

Dengan ending yang agak mengantung aku pun berhenti dan berusaha membantunya untuk kembali mengenakan pakaiannya selepas dia mengenakan pakaiannya  kembali dia mengatakan “HARI INI CUKUP SAMPE DISINI DULU, NANTI KALAU ADA WAKTU KAMU MAIN KESINI LAGI YA” dengan perasaan senang aku mengangguk dan menyimpan nomor handphone yg sampai sekarang masih berlanjut berhubungan dengannya, walau statusku sekarang sudah bukan mahasiswa lagi tetapi disaat ada kesempatan ketika dia menghubungiku, aku mencoba memberikan waktuku untuknya dan tetap di saat suaminya sedang tidak berada dirumah.

About CeritaDewasas

Check Also

Cerita Sex Ngentot Ibu Tetanggaku

Cerita Sexs – Aku adalah seorang pria berumur 42 tahun, menikah dan sudah memiliki dua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Poker 88 Online
PokerRolex